Pria Botak Lebih Rentan Terinfeksi Corona, Mengapa Demikian?

ilustrasi Pria botak lebih rentan terinfeksi Corona
Ilustrasi. Foto : somersetlive

Pria botak lebih rentan terinfeksi Corona dengan kemungkinan gejala yang jauh lebih parah. Dalam sebuah penelitian, 79 persen pria yang diambil dalam sebuah sampel beberapa rumah sakit dengan virus Corona adalah pria botak.

Versi pra-cetak tersebut dari sebuah makalah yang ditulis oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Brown University, Amerika Serikat. Dalam makalah tersebut, mengaitkan androgen atau hormon yang terdapat dalam tubuh pria, sebagai salah satu gerbang utama bagi virus Corona untuk dapat memasuki sel tubuh manusia.

Pria Botak Lebih Rentan Terinfeksi Corona

Hingga saat ini terhitung lebih dari 7 juta orang di dunia telah terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Akan tetapi, sampai saat ini belum juga ditemukan vaksin yang terbukti ampuh untuk dapat melawan virus yang sudah merajai Indonesia saat ini.

Hal yang menjadikan virus ini semakin parah, gejala lain pada pasien dapat terus muncul dan bertambah. Seperti sekarang ini, banyak penelitian yang menyatakan bahwa pria botak lebih rentan terkena Corona.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa pria botak jauh lebih rentan terpapar virus Corona, bahkan dengan gejala yang jauh lebih parah.

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa sel androgen atau hormon pria akan bertanggung jawab atas kebotakan yang dapat menjadi salah satu titik masuk paling potensial.

Tak hanya itu, dua studi terpisah di Spanyol juga menunjukkan bahwa terjadinya korelasi yang sangat kuat terkait pria botak lebih rentan terinfeksi Corona.

Salah satu penelitian yang dilakukan di American Academy of Dermatology telah mengulas sebanyak 122 pria yang terinfeksi virus Corona adalah mereka yang memiliki kebotakan.

Langkah Pertama Masuknya Virus

Mengapa pria botak lebih rentan terkena Corona?. Hal ini diakibatkan karena langkah pertama masuknya virus ke dalam tubuh manusia, adalah dengan melalui sebuah gigitan dari enzim prostease, yang hanya akan diproduksi oleh hormon androgen.

Infeksi dari SARS-CoV-2 tersebut nampaknya dimediasi oleh keberadaan hormon androgen. Meskipun demikian, hasil dari studi tersebut terbilang masih cukup lemah dan ukuran sampelnya yang masih terlalu kecil.

Meskipun demikian, para ilmuwan tetap akan melakukan sebuah penelitian yang lebih lanjut agar dapat mengetahui kebenarannya.

Faktor Resiko

Pria botak lebih rentan terinfeksi Corona ini dianggap sebagai sebuah faktor resiko. Kebotakan sendiri diprediksi sempurna dari tingkat dan juga keparahan virus menginfeksi tubuh.

Jika penelitian yang lebih lanjut akan terkonfirmasi bahwa memang terdapat kaitan yang cukup erat antara pria botak dengan faktor resiko dari keparahan pasien Covid-19.

Para peneliti mengungkapkan bahwa hal ini tentu dapat membantu perawatan para pasien terinfeksi Covid-19. Sekaligus, mampu mengurangi jumlah pria yang meninggal akibat virus Covid-19.

Faktor Penyebab

Pasien dengan jenis kelamin laki-laki memang diketahui jauh lebih rentan mengalami infeksi terhadap virus Corona jika dibandingkan oleh seorang wanita.

Hingga saat ini para ilmuwan masih belum dapat mengungkapkan secara pasti mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Mengenai pria botak lebih rentan terinfeksi Corona sendiri, para ilmuwan percaya karena seorang pria memiliki hormon androgen, hormon testosteron. Hormin tersebut yang mengakibatkan pria memiliki resiko infeksi lebih tinggi.

Penelusuran

Para peneliti saat ini meyakini bahwa pria botak lebih rentan terkena Corona diakibatkan oleh hormon yang menyebabkan rambut rontok. Para ilmuwan juga menemukan hasil temuan yang serupa pada seorang wanita yang kehilangan rambut mereka karena hormon tersebut.

Studi yang dilakukan di Italia juga menunjukkan, bahwa seorang pria yang tengah dirawat karena kanker prostat dengan terapi kekurangan hormon androgen, memiliki empat kali resiko yang jauh lebih kecil untuk terinfeksi virus Corona, jika dibandingkan dengan pasien yang menggunakan perawatan jenis lain.

Dibutuhkan Pengujian Lebih Lanjut

Para peneliti saat ini tengah melakukan pengujian terhadap obat-obatan guna memblokir efek dari hormon endrogen tersebut. Hal ini bertujuan untuk dapat memperlambat terjadinya virus Corona serta sistem kekebalan, memiliki waktu cukup banyak untuk dapat mengalahkan virus tersebut.

Sekarang terdapat beberapa pengujian mengenai pria botak lebih rentan terkena virus Corona yang berharap dapat menemukan sebuah bukti sehingga bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Akan tetapi, masih dibutuhkan banyak bukti sebelum kita dapat mengetahui apakah jenis hormon tersebut memang merupakan obat yang cukup efektif untuk melawan Corona.

Penelitian terkait pria botak lebih rentan terinfeksi Corona memang masih perlu ditindaklanjuti. (R10/HR-Online)