Protokol Santri Kembali ke Pesantren, Ini Penjelasan Kepala Kemenag Ciamis

Protokol Santri Kembali ke Pesantren
Santri. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Protokol santri kembali ke Pesantren diungkap Kepala Kemenag Ciamis, Agus Abdul Kholik saat rapat koordinasi bersama Bupati Ciamis dan para pimpinan pondok pesantren di Opprom Setda Ciamis, Kamis (4/6/2020).

Agus mengatakan, Kemenag RI telah mengeluarkan regulasi terkait penyelenggaran kegiatan pesantren saat masa pandemi Covid-19.

“Pertama santri harus memastikan fisiknya dalam keadaan sehat. Hal ini dibuktikan dengan keterangan dari instansi setempat, bisa dari Puskesmas atau RSUD,” terang Agus.

Kedua, menurut Agus, adalah harus membawa peralatan makan dan minum sendiri, serta membawa vitamin C.

“Siapkan juga nutrisi untuk ketahanan tubuh yang cukup untuk 1 bulan ke depan. Jangan lupa bawa masker dan hand sanitizer,” lanjutnya.

Berita Terkait: Santri Kembali ke Pesantren di Ciamis 14 Juni 2020, Ini Syaratnya!

Selanjutnya santri juga harus membawa sajadah sendiri, disarankan untuk membawa sajadah tipis yang ringan serta mudah dicuci.

“Jika menggunakan transportasi, maka perhatikan pengaturan protokol pengunaan sarana transportasi. Usahakan menggunakan kendaraan pribadi. Sementara untuk pengantar tidak diperkenankan masuk ke asrama,” katanya.

Protokol Santri Kembali ke Pesantren Apabila Sudah Sampai ke Pondok

Jika sudah sampai ke Pondok, santri harus menjalani tes PCR atau rapid test. Apabila belum ada hasil negative, santri harus menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan.

“Ketika sampai di Pondok, tidak boleh bersalaman dengan pengasuh, guru, maupun teman. Ini berlaku selama pandemi belum dinyatakan berakhir,” katanya.

Santri juga diharuskan menjaga jarak saat berinteraksi, begitu juga saat salat dan beribadah, termasuk saat belajar dan tidur.

“Selanjutnya termasuk protokol santri kembali ke pesantren, saat di pesantren santri harus selalu gunakan masker, cuci tangan yang sering pakai sabun, dan siapkan selalu hand sanitizer,” terang Agus.

Santri juga diimbau senantiasa mengonsumsi vitamin C, E, dan madu. Selain itu juga memakan makanan bergizi setiap hari untuk imunitas tubuh.

“Para santri juga tidak boleh makan dan minum dalam satu wadah bersama-sama. Tetap ikuti protokol kesehatan. Begitu juga, santri hanya memakai pakaian, handuk, peralatan mandi, dan kasur sendiri, tidak boleh bercampur,” jelasnya.

Protokol santri kembali ke pesantren jika sudah sampai di pondok, tidak diperkenankan keluar lingkungan pondok.

“Tapi ada pengecualiannya, boleh keluar lingkungan pesantren jika ada kepentingan khusus. Itu pun harus atas persetujuan pengasuh,” kata Agus.

Sementara untuk wali santri atau keluarga juga tidak diperbolehkan menjenguk di pesantren selama pandemi belum berakhir.

“Kalaupun terpaksa harus dijenguk, karena misalnya sakit, maka santri yang sakit harus secepatnya diisolasi untuk dirawat di kamar khusus, bisa di Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren), atau klinik Pesantren. Ini apabila perlu penanganan dengan wali santri,” tandasnya.

Itulah protokol santri kembali ke pesantren yang harus dipatuhi santri sebelum datang kembali ke pesantren maupun selama di pesantren. Sudah siap memasuki masa new normal? (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...