Puasa Ayyamul Bidh, Inilah Keutamaannya yang Wajib Diketahui!

Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dapat kita tunaikan. Puasa sunnah ini dilakukan oleh seluruh umat muslim di pertengahan bulan Hijrah.

Tentu saja kita akan mendapatkan keutamaan yang luar biasa dan pahala berlipat ganda apabila menjalankannya. Bagi anda yang saat ini belum mengetahui apa itu Ayyamul Bidh dan apa saja keutamaannya, simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh

Bila kita melihat dari sejarah, asal mula diberlakukannya puasa ini yakni ketika Nabi Adam AS terbakar matahari. Bukti dari kisah ini telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Pada saat itu, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, tubuhnya terbakar matahari hingga gosong. Kemudian turunlah perintah dari Allah SWT kepada Nabi Adam AS.

Perintah tersebut adalah untuk melaksanakan puasa pada tanggal 13 hingga 15. Setelah Nabi Adam menjalankan puasa selama tiga hari tersebut, sekujur tubuhnya kembali menjadi putih bersih.

Ketika Nabi Adam AS menjalankan Ayyamul Bidh pada hari pertama, sepertiga dari badannya berubah menjadi putih. Puasa di hari kedua, sepertiga dari badannya lagi menjadi putih. Kemudian puasa di hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.  

Bila dilihat dari asal usul katanya, pengertian dari puasa Ayyamul Bidh ini diambil dari arti penggalan kata, yaitu Ayyam dan Bidh. Kata Ayyam yang berarti jamak dari Al-yaum memiliki arti hari.

Sedangkan kata Bidh yang artinya putih. Bila kita rangkai menjadi satu, maka Ayyamul Bidh memiliki arti hari-hari putih, hari purnama, atau hari yang cemerlang.

Dikenal dengan puasa hari-hari putih, memiliki maksud untuk membersihkan serta mensucikan kembali jiwa kita dari dosa.

Di dalam sebuah kalender islam Hijriyah, ada masa-masa dimana rembulan menunjukkan keadaan bersinar terang atau yang saat ini kita kenal dengan sebutan bulan purnama.

Ketika bulan pada kondisi semacam ini, terjadi pada pertengahan bulan Hijriyah, yaitu 13, 14, dan 15 setiap bulannya.

Pelaksanaan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang kita kerjakan di pertengahan bulan. Dalam penetapan pelaksanaan waktunya, berdasarkan pada kalender Qomariah.

Dengan kata lain, kita tidak bisa menentukan waktu puasa ini dengan menggunakan kalender Masehi. Waktu yang pasti untuk menunaikan puasa ini yaitu setiap tanggal 13 hingga 15 setiap bulan hijriah.

Namun terdapat sebuah pengecualian, jika waktunya bertepatan dengan hari tasyrik, maka hukum dari Ayyamul Bidh ini dilarang atau tidak diperbolehkan.

Sedangkan untuk jadwal puasa Ayyamul Bidh pada bulan Juni 2020 ini, jatuh tepat pada tanggal 5 hingga 7, yaitu dimulai dari hari Jumat hingga Minggu.

Tak terlepas dari hal tersebut, bagi anda yang belum bisa menjalankan Ayyamul Bidh di bulan Juni ini, masih ada kesempatan di bulan-bulan yang lain.

Bulan Juli 2020 jatuh pada tanggal 5, 6, dan 7. Bulan Agustus 2020 pada tanggal 3, 4, dan 5. Bulan September pada tanggal 1, 2, dan 3 serta tanggal-tanggal lain di bulan berikutnya.

Keutamaan

Meskipun puasa Ayyamul Bidh ini hukumnya sunnah, akan tetapi pahala yang akan kita dapatkan sangatlah besar. Bahkan pahalanya tak kalah besar dari puasa-puasa sunnah lainnya.

Menurut Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, setiap orang muslim yang menjalankan Ayyamul Bidh setiap bulannya akan mendapatkan pahala besar hingga sepuluh kali lipat.

Bukan hanya itu saja, keutamaan Ayyamul Bidh lainnya telah dijelaskan di dalam Hadist Riwayat Bukhari no 1979. Dimana telah diriwayatkan bahwa bagi siapa saja yang menjalankan Ayyamul Bidh, maka akan mendapatkan pahala.

Pahala tersebut seperti orang yang telah menunaikan puasa sepanjang tahun. Perihal keutamaan Ayyamul Bidh ini juga didukung dengan riwayat yang lainnya, yaitu dari Hadist Riwayat an-Nasai.

Dimana telah dijelaskan bahwa orang yang menjalankan puasa tiga hari setiap bulan di hari-hari putih akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan puasa ini juga dijelaskan di dalam Hadist Riwayat Bukhari lainnya.

Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah mewasiatkan tiga nasehat yang ia tidak meninggalkannya hingga mati, yaitu puasa tiga hari setiap bulannya, menjalankan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.

Itulah keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang tak boleh sampai kita lewatkan. Akan menjadi sebuah ladang pahala yang besar apabila kita mau dengan ikhlas menjalankannya. (R10/HR-Online)