Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita PangandaranTerhalang Covid-19, Retribusi Wisata Pangandaran Tak Mencapai Target

Terhalang Covid-19, Retribusi Wisata Pangandaran Tak Mencapai Target

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Retribusi wisata Pangandaran sebenarnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun peningkatan tersebut masih jauh dari jumlah retribusi yang ditargetkan.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, jumlah retribusi masih jauh dari target. Meskipun begitu, jumlah wisatawan ke Pangandaran meningkat dari tahun ke tahun, walaupun pada tahun ini menurun akibat wabah Covid-19.

Data pendapatan daerah Kabupaten Pangandaran dari retribusi wisata menunjukkan pada tahun 2017 mencapai Rp 14.598.742.005. Sementara target retribusi pada tahun 2017 adalah Rp 17.000.000.000.

Ini berarti pada tahun 2017 Pemkab Pangandaran hanya mampu meraih 85,87 persen retribusi dari jumlah yang sudah ditargetkan. Pada tahun yang sama jumlah pengunjung yang datang ke Pangandaran mencapai 2.954.554 orang.

Selanjutnya pada tahun 2018, Pemkab Pangandaran mematok target retribusi wisata sekitar Rp 25.000.000.000, namun retribusi yang didapatkan pada tahun 2018 hanya sekitar Rp 19.813.647.250.

Sementara jumlah pengunjung pada tahun 2018 mencapai 4.045.704 orang. Jumlah ini dicatat sebagai pengunjung terbanyak yang datang ke Pangandaran dalam satu tahun

Dadan Sugista Ketua Pelaksana Tim Khusus Retribusi Wisata, mengatakan, saat pergantian tahun dari 2018 ke 2019 terjadi penurunan pengunjung.

“Banyak pengunjung yang membatalkan agenda wisata ke Pangandaran saat itu karena terjadi bencana alam, yaitu gempa banten,” kata Dadan, Rabu (24/6/2020).

Dadan menuturkan, tahun 2019, Pemkab Pangandaran mematok target retribusi Rp 27.500.000.000. Namun, Pemkab Pangandaran hanya bisa merealisasikan retribusi Rp 18.472.858.000 dengan jumlah pengunjung mencapai 3.775.275 orang.

Raihan Retribusi Wisata Pangandaran Tahun 2020

Pada tahun 2020, Pemkab Pangandaran memiliki target meraih pendapatan dari retribusi Rp 35.000.000.000. Namun realisasinya masih sangat jauh untuk tercapai.

Hal ini karena sampai bulan Juni 2020, Pemkab Pangandaran baru mendapatkan retribusi sebanyak Rp 4.385.572.572. Jumlah pengunjungnya pun baru sebanyak 894.480 orang.

“Tahun 2020 memang retribusi wisata tidak stabil karena pandemi Covid-19, apalagi obyek wisata Pangandaran sempat ditutup selama 3 bulan,” terang Dadan.

Dadang menambahkan retribusi yang didapat Pemkab Pangandaran yang paling besar berasal dari sektor wisata.

“Pak Bupati cukup serius dalam mengelola retribusi, terbukti dengan dibentuknya Tim Khusus Retribusi Wisata, hasilnya memang berjalan secara maksimal,” jelasnya.

Penarikan retribusi dari sektor wisata, setiap pengunjung yang masuk ke obyek wisata di Pangandaran diwajibkan bayar tiket di pintu tol gate.

Pengunjung yang datang dengan bus besar dikenakan tiket Rp 310 ribu, apabila menggunakan bus sedang, maka tarifnya Rp 188 ribu.

Kalau bus kecil tiketnya Rp 126 ribu, mini bus besar Rp 92 ribu, mini bus kecil Rp 65 ribu, kalau pakai sedan Rp 37 ribu, motor Rp 14 ribu, dan orang dikenakan tiket Rp 6 ribu.

“Jumlah tiket itu sudah termasuk retribusi wisata, kebersihan, parkir, sampai asuransi,” tandasnya. (Ceng2/R7/HR-Online)