Santri Kembali ke Pesantren di Ciamis 14 Juni 2020, Ini Syaratnya!

Santri Kembali ke Pesantren di Ciamis
Rapat koordinasi Bupati Ciamis dengan para pimpinan pondok pesantren di Ciamis, dalam mempersiapkan kedatangan santri. Foto: Humas Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Santri kembali ke pesantren di Ciamis dijadwalkan pada tanggal 14 Juni 2020. Hal tersebut disampaikan KH Nonop Hanafi, pimpinan pondok pesantren Miftahul Huda 11, usai rapat koordinasi dengan Bupati Ciamis bersama Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan Forum Pondok Pesantren (FPP), di ruang Opprom Setda Ciamis, Kamis (4/6/2020).

“Sebelumnya kami sudah mengadakan pertemuan dengan para Pimpinan Pondok Pesantren, dalam pertemuan itu kami sepakat santri datang mulai 14 Juni 2020,” katanya.

KH Nonop, mengatakan, para santri sudah diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, sebelum kembali ke pesantren, para santri juga telah diimbau agar tidak melakukan aktifitas di luar rumah, dan menjalani isolasi mandiri.

“Sebelum kembali ke pesantren, para santri telah kami arahkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Serta menjalani isolasi mandiri dulu di rumah sebelum datang ke pesantren,” tuturnya.

Sementara untuk santri dari luar Jawa Barat, saat ini menurut KH Nonop, mereka mengalami hambatan untuk kembali ke Pesantren di Ciamis.

“Santri dari luar Jawa Barat terbatas dalam masalah transportasi karena kebijakannya berbeda di setiap daerah. Karena itu, untuk santri tersebut kami beri keringanan, bisa kembali apabila transportasi sudah memungkinkan,” katanya.

Sementara itu, KH Fadlil Yani Ainusyamis, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi wabah Covid-19.

“Dalam menghadapi Covid-19 ada istilah relaksasi, tapi jangan sampai gegabah ataupun teledor. Waspada tetap harus, dan terutama mematuhi protokol kesehatan serta melakukan physical distancing sesuai anjuran pemerintah,” ujar pria yang biasa disapa Ang Icep tersebut.

Santri Kembali ke Pesantren di Ciamis, Patuhi Protokol Kesehatan

Hal senada juga diungkapkan oleh Herdiat Sunarya. Bupati Ciamis tersebut mengatakan, santri yang akan kembali ke Pesantren diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur Kementerian Agama RI.

“Para santri agar membawa Surat Keterangan Sehat dari Dokter atau instansi kesehatan setempat. Selain itu sebelum kembali ke pesantren, isolasi dulu di rumah masing-masing,” kata Herdiat.

Baca Juga: Santri Harus Jalani Rapid Test Sebelum Masuk Kembali ke Pesantren di Ciamis

Menurut Herdiat, Kabupaten Ciamis sedang mempersiapkan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

Persiapan dilakukan dengan matang, termasuk sosialisasi secara masif di kalangan masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat siap beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru dalam kegiatan hariannya.

“Tentunya juga dengan tetap disiplin dalam menjaga protokol kesehatan dan physical distancing,” kata Herdiat.

Penerapan AKB di Ciamis akan dimulai usai PSBB parsial selesai pada 12 Juni 2020 mendatang. Saat ini ada 6 kecamatan yang melaksanaan PSBB parsial di Ciamis, yakni Kecamatan Panawangan, Rancah, Panumbangan, Panjalu, Ciamis, dan

“Meski hanya berlaku di 6 kecamatan, namun tetap protokol kesehatan dan physical distancing harus dijalankan warga di seluruh kecamatan di Ciamis,” tegasnya.

Herdiat pun meminta alim ulama ikut membantu menyosialisasikan AKB kepada masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Diharapkan para alim ulama ikut serta membantu menyosialisasikan persiapan AKB kepada masyarakat di Kabupaten Ciamis,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...