Senin, Oktober 18, 2021
BerandaBerita PangandaranSejak Obwis Dibuka, Petugas Check Point di Pangandaran Sudah Rapid Test 200...

Sejak Obwis Dibuka, Petugas Check Point di Pangandaran Sudah Rapid Test 200 Orang

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sidak kembali dilakukan oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata bersama instansi vertikal lainnya. Kali ini, orang nomor satu di Pangandaran ini mendatangi lokasi pos check point, yang berada di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (9/6/2020).

Kedatangan dadakan rombongan Bupati Pangandaran tersebut, membuat sibuk para petugas di pos check point Padaherang. 

Jeje sempat mempertanyakan berbagai hal di lapangan, terkait penjagaan arus kendaraan yang masuk ke Kabupaten Pangandaran. Selain itu juga, bupati mempertanyakan tentang rapid test pada pengunjung atau wisatawan. 

“Menurut petugas jaga sejak dibukanya seluruh obyek wisata yang ada di Pangandaran, ada peningkatan kendaraan yang masuk,” katanya kepada awak media.

Jeje menambahkan, bahwa sejak Jumat kemarin (5/6/2020), dengan dibuka obwis tercatat ada 200 orang wisatawan dari berbagai daerah. Dan 200 wisatawan tersebut sudah mengikuti rapid test kesehatan.

“Bagi wisatawan yang berkunjung dan tidak mau di rapid test, lebih baik suruh putar balik saja,” tegasnya. 

Sementara itu di lokasi pos check point Padaherang, Kadishub Pangandaran, Trisno,  mengatakan, bahwa pihaknya tidak pandang bulu kepada semua pengendara.

Baik itu pengendara motor maupun mobil yang hendak masuk ke Kabupaten Pangandaran atau hendak berwisata, mesti dilengkapi dengan surat keterangan sehat.

“Surat tersebut berupa rapid test. Jika tidak ada dan tidak mau, maka kendaraan tersebut di balik kanankan saja,” tegas Trisno kepada HR Online. 

Trisno menuturkan, bahwa di pos check point Padaherang, setiap harinya banyak kendaraan yang di balik kanankan (putar balik) oleh petugas di lapangan.

Pasalnya, mereka tidak ada atau membawa kelengkapan surat sehat. “Ya dengan sangat maaf bagi para pengendara yang hendak berwisata di balik kanankan,” ucapnya.

Menginggat, sambungnya, aturan dari Pemkab Pangandaran memang seperti itu, dan itu wajib dipatuhi oleh siapa saja.

“Saat pendemi ini diharap maklum adanya. Dan ke depan jika pendemi sudah tidak ada, dipastikan semua warga bisa kembali menikmati obyek wisata yang ada di Pangandaran,” pungkasnya. (Entang/R5/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img