Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita CiamisSempat Ditutup, Portal Menuju TPS Pamarican Sudah Dibuka Lagi

Sempat Ditutup, Portal Menuju TPS Pamarican Sudah Dibuka Lagi

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Setelah melakukan mediasi yang cukup alot dengan warga Lumbungsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Pemerintah Desa Pamarican akhirnya membuka kembali portal menuju TPS Pamarican, Selasa (16/6/2020) siang. Portal blokade tersebut sebelumnya dibuat warga.

Perangkat Desa Pamarican Asep Zaenal Arifin saat di hubungi HR online membenarkan hal tersebut. Portal yang di pasang oleh warga Dusun Lumbungsari saat ini sudah dibuka kembali. Petugas kebersihan bisa kembali beraktivitas untuk mengangkut sampah.

“Setelah melakukan musyawarah, tadi kami dari desa memanggil perwakilan warga yang memasang portal menuju lokasi TPS. Kami juga Alhamdulillah, tadi mendapat pendampingan dari Anggota DPRD pak Hiban yang langsung ikut musyawarah dengan warga. Alhasil warga tadi cukup mengerti dan mau membongkar portalnya,” ujar Asep Zaenal.

Informasi yang di himpun HR, setelah kembali dibukanya portal menuju TPS di Dusun Lumbungsari tepatnya di pinggir lapang Ditakerti. Petugas kebersihan kini sudah kembali bisa beroperasi mengangkut sampah untuk di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sindangrasa.

Sebelumnya, Warga Dusun Lumbungsari, menutup dan memasang portal menuju TPS Pamarican yang berada di pinggir lapang Ditakerti, Pamarican. Portal yang terbuat dari bambu di pasang oleh warga, untuk menjegal agar kendaraan pembuang sampah tidak bisa masuk ke lokasi TPS. Aksi itu dikarenakan warga kesal akibat bau sampah.

“Pemblokiran jalan menuju TPS ini dilakukan oleh warga disini, aksinya di lakukan hari kemarin,” ujar Hamzah warga sekitar yang juga Selaku anggota BPD Desa Pamarican.

Hamzah mengaku dirinya tidak bisa menghalangi aksi warga membuat portal menuju TPS Pamarican tersebut. Bahkan menurut dia aksi tersebut merupakan gerakan sosial yang wajar dilakukan oleh warga. Hal itu sebagai bentuk protes akibat TPS yang semrawut.

“Menurut saya ini wajar ketika masyarakat menuntut hak nya, dimana lokasi TPS ini sudah selayaknya di perhatikan. Mengingat saat ini lokasi TPS terlihat semrawut. Sampah berserakan tak terurus hingga menimbulkan bau baik yang semerbak ke tengah lingkungan masyarakat,” jelasnya. (Suherman/R9/HR-Online)

- Advertisment -