Seorang Nenek di Banjar Kebingungan, Cucunya Hendak ke Pesantren Harus Rapid Test

Seorang Nenek di Banjar Kebingungan, Cucunya Hendak ke Pesantren Harus Rapid Test
Nenek Maryam, saat menceritakan kebingungannya kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Siti Maryamah, seorang nenek warga Lingkungan Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, merasa kebingungan saat akan mengurus surat keterangan sehat untuk cucunya, yang hendak berangkat ke salah satu pesantren di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pasalnya, meski ia terdata sebagai masyarakat Kota Banjar, namun cucunya yang hendak ke pesantren tersebut bukan merupakan warga Banjar, tetapi warga Kepulauan Riau.

Berbekal adanya informasi rapid test yang akan dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, ia pun akhirnya menceritakan kebingungannya itu kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

“Cucu saya kan mau balik lagi ke pesantren, tapi harus punya surat keterangan sehat dan keterangan status daerah asal. Makanya saya datang ke sini biar bisa ikut rapid test,” kata nenek Maryamah, saat ditemui Koran HR, Selasa (23/6/20) di halaman Pendopo Kota Banjar.

Ia menuturkan, awal mulanya dua bulan sebelum libur Lebaran, cucunya tersebut akan pulang kampung menuju Kepulauan Riau, karena aktivitas di pesantren mulai diliburkan sejak ada wabah pandemi Covid-19.

Namun, setelah itu ada kebijakan larangan mudik dan akses masuk ke Kepulauan Riau juga sudah mulai sulit, sehingga cucunya tidak jadi pulang dan memilih mudik ke rumah neneknya di Kota Banjar.

“Kemarin sudah ke Puskesmas buat ngurus surat keterangan sehat. Katanya persyaratannya harus ikut rapid test, makanya saya datang ke sini minta bantuan biar cucu saya bisa balik lagi ke pesantren,” harap nenek Maryamah.

Nenek Maryamah Dibantu Pemkot Banjar

Setelah mendengar cerita yang disampaikan nenek Maryamah, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar pun sedikit kebingungan. Karena, jadwal yang sedang berlangsung bukan agenda rapid test, melainkan pemeriksaan swab test.

Meski demikian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, yang kebetulan berada di lokasi swab test, langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar bisa membantu dan mencarikan solusinya.

Setelah dilakukan koordinasi, Ketua Gugus Tugas yang juga Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, mengatakan akan membantu administrasi yang dibutuhkan. Karena akan kesulitan ketika harus mengurus di daerah asalnya.

“Nanti akan dibantu, karena kebetulan sebelumnya tinggal bersama nenek nya di Kota Banjar, tapi ini masuk dalam pengecualian,” katanya. (Muhlisin/Koran HR)

Loading...