Strategi Manajemen Konflik dalam Perusahaan dan Bisnis

Strategi manajemen konflik
Ilustrasi Strategi manajemen konflik. Foto: Istimewa

Strategi manajemen konflik sangat dibutuhkan para pemimpin, termasuk pemimpin perusahaan dan bisnis. Konflik terjadi dikarenakan pertentangan dua orang atau kelompok yang memiliki kepentingan berbeda. Keduanya ingin kepentingannya berkuasa atas orang lain.

Konflik ini terjadi dapat menimbulkan perpecahan yang berakibat pada berbagai lini kehidupan. Orang yang terkena dampak konflik biasanya merasa tidak aman serta tidak tenang. Karena itu mereka akan berusaha untuk mencapai kepentingan dengan melakukan negosiasi.

Manajemen konflik dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh para pelaku konflik untuk menghasilkan penyelesaian konflik menjadi sebuah kesepakatan bersama. Hal ini tujuannya untuk mendapatkan rasa aman dan tentram di lingkungannya.

Manfaat Strategi Manajemen Konflik

Strategi manajemen konflik bisa berlaku di mana saja, khususnya pada lingkungan yang berpotensi menghasilkan konflik. Para pemimpin dan pelaku bisnis sangat berkepentingan dalam menguasai manajemen konflik untuk melindungi bisnisnya.

Ketika konflik sudah mulai meningkat dan memanas, sebaiknya terdapat orang yang menjadi mediator yang menjembatani konflik tersebut. Selain agar bisa meredakan ketegangan, juga untuk menemukan win to win solution.

Baca juga: Pentingnya Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Bisnis

Ada banyak manfaat strategi manajemen konflik khususnya bagi pemimpin. Berikut ini beberapa tujuan dari manajemen konflik yang sebaiknya diketahui.

1. Mencegah gangguan pada organisasi atau lembaga sehingga setiap individu bisa fokus terhadap tujuan masing-masing ke arah yang lebih maju.

2. Meningkatkan kreativitas dari setiap individu dalam organisasi atau perusahaan dengan mengambil manfaat atas konflik yang terjadi.

3. Menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap perbedaan dan keberagaman serta menghormati antar individu atas keputusan yang berbeda.

Penerapan Strategi Manajemen Konflik

Dalam manajemen konflik penting agar bisa berlaku secara seimbang dan dapat digunakan secara menyeluruh atas individu dalam suatu organisasi. Berikut ini lima langkah dasar yang penting dalam strategi manajemen konflik.

TCL

Pengenalan

Pengenalan dilakukan dengan cara mengidentifikasi konflik yang sedang terjadi. Pengenalan melibatkan para pelaku konflik, mengenali masalah yang sebenarnya, dan mengetahui keinginan masing-masing para pelaku konflik.

Pengenalan harus sengaja dilakukan agar mediator mengetahui dengan baik duduk persoalannya. Pengenalan juga tidak boleh memihak orang yang sedang berkonflik sehingga bersifat netral terhadap keputusan yang akan diambil.

Diagnosa

Setelah mengetahui masalah yang menimbulkan konflik, langkah strategi manajemen konflik selanjutnya adalah melakukan diagnosa konflik. Seseorang yang ditunjuk sebagai mediator akan menawarkan solusi yang tepat sesuai dengan alternatif yang bisa meredakan konflik.

Alternatif yang dihasilkan ini bisa dijadikan pilihan agar mereka yang berkonflik bisa menerima penyelesaian masalah dan mampu bersikap toleran terhadap pihak lain.

Menyepakati Solusi

Kesepakatan yang sesuai akan diambil sebagai tanda bahwa secara tidak langsung para pihak setuju untuk berdamai serta bekerja sama kembali sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Kesepakatan ini sebaiknya ditulis secara jelas dan rinci agar tidak ada salah paham diantara kedua belah pihak dan menjadi aturan baru demi mencapai tujuan bersama.

Pelaksanaan

Langkah strategi manajemen konflik yang tak kalah penting adalah pelaksanaan aturan atau solusi yang telah diterima kedua belah pihak. Pelaksanaan ini harus tegas agar salah satu pihak tidak merasa dicurangi.

Baca juga: Pentingnya Strategi Pemasaran 4P dalam Bauran Pemasaran

Jika salah satu pihak tidak melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama, maka bisa menimbulkan konflik baru yang lebih luas lagi. Karena itu perlu ada aturan tentang sanksi jika kesepakatan tidak dijalankan.

Evaluasi

Setelah berjalan beberapa waktu setelah solusi dilaksanakan, maka perlu dilakukan evaluasi. Hal ini  penting untuk mengetahui perkembangan konflik yang terjadi.

Jika perlu, evaluasi sengaja dilakukan secara terbuka agar keputusan yang diambil benar-benar tepat dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Hal ini penting untuk mencegah konflik serupa terulang lagi.

Demikian informasi tentang strategi manajemen konflik yang sebaiknya dipahami. Dengan manajemen yang baik, Anda bahkan bisa melakukan langkah antisipatif saat muncul gejala sebelum konflik sesungguhnya terjadi. (R11/HR-Online)

Loading...