Struktur Membran Plasma Beserta Bagian Penting Lainnya

Struktur Membran Plasma
Ilustrasi Struktur Membran Plasma. Foto Istimewa

Pada setiap jenis sel memiliki struktur membran plasma yang hampir sama. Membran plasma juga disebut sebagai membran sel.

Dimana menjadi bagian sel yang batasi bagian dalam sel terhadap lingkungan di sekelilingnya. Membran plasma merupakan bagian paling luar sel di sel hewan serta protozoa.

Namun, berbeda dengan sel tumbuhan maupun bakteri, yang terletak di bawah dinding sel. Guna mengetahui membran plasma pada makhluk hidup dapat melalui sel darah merahnya.

Sel darah merah ini digunakan karena tidak mempunyai organel-organel lain. Sehingga tidak akan mengganggu proses pemisahan plasma.

Struktur Membran Plasma

Bila dilihat secara struktural, membran plasma terdiri dari fosfolipid bilayer. Fosfolipid bilayer ini merupakan dua lapisan lemak yang berikatan dengan fosfat.

Pada dasarnya fosfolipid adalah sebuah molekul yang serupa dengan kepala maupun ekor. Kepala fosfolipid adalah molekul fosfat.

Baca juga: Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan, Dilihat dari Ada Tidaknya Organel

Sedangkan ekor fosfolipid adalah lemak. Di dua lapis fosfolipid, pada kepalanya fosfat menghadap ke arah luar serta dalam. Sedangkan letak ekornya berada di tengah-tengah.

Kepala fosfat memiliki sifat hidrofolik yaitu suka dengan air, sehingga terletak di bagian luar. Sedangkan untuk bagian dalamnya memiliki sifat hidrofobik yaitu tidak suka dengan air, sehingga berada di tengah.

Fosfolipid bilayer merupakan pembentuk struktur membran plasma yang utama. Diantara fosfolipid ini juga terdapat bagian-bagian lainnya yang memberikan kesempurnaan kerja membran plasma. Bagian-bagian tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Protein Membran

Protein membran merupakan protein yang ada pada membran plasma. Meskipun penyusun membran secara struktural adalah fosfolipid, akan tetapi protein juga berperan.

Protein di dalam fosfolipid bisa mencapai lebih dari 50 persen dari berat membran tersebut. Hal ini disebabkan karena struktur protein yang lebih besar dan juga kompleks bila dibandingkan lemak.

Glikoprotein serta Glikolipid

Bila kita membicarakan mengenai struktur membran plasma maka akan menemukan glikolipid dan glikoprotein. Glikolipid adalah molekul karbohidrat dimana nempel pada lemak.

Lain lagi dengan glikoprotein, yaitu adalah molekul karbo yang nempel di molekul proteinnya. Glikolipid maupun glikoprotein memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai tanda identitas untuk sel.

Baca juga: Hereditas pada Manusia Beserta Pola yang Terjadi

Antara orang satu dengan yang lainnya mempunyai jenis glikolipid dan glikoprotein yang berbeda. Antibodi yang dimiliki di dalam tubuh kita akan menyerang sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh.

Pastinya kita pernah bertanya-tanya bagaimana antibodi ini dapat mengetahui bahwa sel tersebut merupakan sel asing? Ternyata caranya adalah dengan mendeteksi struktur glikolipid dan juga glikoprotein. Namun, pada dasarnya glikolipid hanya ada pada sel hewan saja.

Kolesterol

Kolesterol di dalam struktur membran plasma merupakan antara gugus hidroksil polar serta molekul fosfolipid. Dimana memiliki letak di dekat kepala fosfolipid.

Di dalam membran plasma, kolesterol ini memiliki fungsi yang sangat penting. Terutama saat kondisi di sekitar lingkungan sedang panas.

Ketika kondisi lingkungan panas, kolesterol akan berfungsi untuk menghambat pergerakan fosfolipid. Sehingga dapat mencegah fosfolipid dalam bentuk yang terlalu cair.

Akan tetapi, ketika suhu lingkungan dingin, kolesterol akan bekerja dengan menghambat interaksi antar lemak. Dengan demikian, dapat menjaga membran dari beku serta mempertahankan struktur membran plasma cukup cair.

Pada dasarnya, kolesterol ini terdapat pada membran sel hewan. Sedangkan pada membran sel tumbuhan fungsi dari kolesterol ini digantikan oleh sterol.

Sitoskeleton

Sitoskeleton atau sering disebut sebagai tulangnya sel. Dimana memiliki fungsi untuk mempertahankan wujud sel serta posisi organel sel.

Umumnya, sitoskeleton ini tersusun dari dua macam, yakni mikrotubulus dan juga mikrofilamen. Sitoskeleton bukan bagian langsung dalam membran plasma.

Namun, sitoskeleton ini akan berkaitan dengan bagian dasar dari protein integral. Dengan mengikat protein integral di sejumlah tempat, sitoskeleton mampu mempertahankan bentuk sel. Sehingga tidak menimbulkan perubahan yang terlalu ekstrim.

Membran plasma mencakup pada seluruh isi sel. Membran plasma memiliki sebuah fungsi yang sangat penting, terutama dalam perlindungan mekanisme sel. Peran serta fungsinya ini dapat dibuktikan di dalam sel-sel hewan.

Sebab di dalam sel-sel tersebut hanya tertutup dalam struktur membran plasma. Berbeda dengan sel tumbuhan yang memiliki mekanisme dalam perlindungan lain dengan bentuk dinding sel yang kuat dan keras. (R10/HR-Online)