Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita JabarTarget Pengetesan Masif di Jabar; ODP, PDP dan OTG

Target Pengetesan Masif di Jabar; ODP, PDP dan OTG

Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Target pengetesan masif di Jabar adalah ODP, PDP dan OTG. Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat menargetkan 300.000 pengetesan Covi-19, atau 0,6 persen dari total jumlah penduduk Jabar. Target tersebut merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan.

Hal itu dikatakan Siska Gerfianti, Wakil Ketua dalam Divisi Pelacak Kontak, Pengujian serta Manajemen Laboratorium pada Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat.

Ia juga mengatakan, dalam pengetesan masif itu, Gugus Tuga Provinsi sudah mengelompokkan sasaran test ke dalam tiga kategori.

Untuk kategori A atau pertama adalah ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), OTG (Orang Tanpa Gejala), serta tenaga kesehatan.

Kemudian, kategori B meliputi orang-orang yang kerap berhubungan dengan banyak orang. Bukan cuma pelayanan kesehatan, tapi juga pelayanan publik lainnya, seperti polisi, TNI, dan ulama. Mereka sering bertemu banyak orang.

“Lalu, yang masuk dalam kategori C, misalnya pelaku perjalanan dan lain-lain,” terang Siska, saat jumpa pers yang digelar Kamis (18/06/2020), di Gedung Sate, Kota Bandung, seperti dilansir Humas Jabar.

Menurutnya, pengetesan dengan menggunakan metode swab test atau PCR diutamakan buat masyarakat yang berada di dalam kategori A dan B.

Diharapkan dalam satu bulan kedepan, yaitu setelah alat-alat hadir, pihaknya sudah bisa melaksanakan rapid test secara masif di seluruh Jabar melalui Mobile Covid-19 Test. Kemudian, pemeriksaan PCR berdasarkan sasaran target yang telah ditentukan oleh pihaknya.

Siska juga melaporkan, per tanggal 17 Juni 2020, pihaknya sudah melakukan 148.789 rapid test, serta 60.389 test dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Kami kejar lagi jumlah test, karena kami juga harus mengetes sekitar 300.000 pemeriksaan, baik PCR maupun rapid test,” kata Siska.

Dengan adanya terget pengetesan masif, selain sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, juga akan didapatkan peta persebaran yang komprehensif. Lalu, melacak kontak yang terpapar virus, mendeteksi keberadaan virus, serta memastikan status pasien.

Target Pengetesan Masif di Jabar, 627 Mobile Covid-19 Test Disiapkan

Siska menyebutkan, ada 627 Mobile Covid-19 Test dan Laboratorium Moblie BSL3 (Bio Safety Level 3) dari PT Bio Farma (Persero) yang disiapkan Gugus Tugas Provinsi. Fasilitas tersebut untuk mengambil sampel dari setiap kecamatan yang ada di Jawa Barat.

Mobile Covid-19 Test juga akan dilengkapi alat rapid test serta APD (Alat Pelindung Diri) bagi setiap petugas yang mengambil spesimen.

“Mobile swab test-nya kami sudah punya, dan saat ini kami tengah mengadakan PCR portable. Sehingga, nanti pada saat ada agenda tes masif di mana, maka setelah rapid test akan ada pemeriksaan PCR di tempat masing-masing,” ujarnya.

Untuk mencapai target pengetesan masif di Jabar dibarengi pula dengan penguatan dalam hal kesiapan laboratorium. Tujuannya agar test masif dengan metode PCR dapat berjalan optimal.

Siska melaporkan, sebanyak 19 laboratorium jejaring di Jawa Barat yang menyatakan kesiapannya untuk melakukan pemeriksaan PCR.

“Saat ini Labkesda kapasitasnya sudah mencapai 2.000 pemeriksaan per hari. Jadi, minggu lalu kami melaporkan bahwa sampel yang terbaca sudah habis. Jadi sudah tak ada bottleneck, semua sudah diperiksa,” terangnya.

Ketersediaan Logistik

Siska juga menyebutkan, ketersediaan logistik kesehatan di Jawa Barat sampai saat ini jumlahnya ada 27 swab test, 30.000 rapid test, 77.000 reagen RNA, dan 83.000 reagen PCR. Selain itu, juga ada 36.000 APD Coverall, 9.000 masker KN-95, dan 500 masker N-95. Data tersebut bergerak dinamis.

Untuk mencapai target pengetesan masif di Jabar, lanjut Siska, pihaknya mengupayakan rapid test 300 ribu. Sedangkan, untuk PCR test diupayakan memenuhi target 150 ribu, sehingga dapat mencapai 300 ribu lebih pemeriksaan di Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Publik, Hermansyah, meminta agar warga Jawa Barat jangan takut untuk mengikuti tes masif Covid-19.

Pasalnya, pelaksanaan tes masif yang digelar di Jabar, baik swab test maupun rapid test, mematuhi semua prosedur yang sudah ditetapkan oleh WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia, dan Kementerian Kesehatan RI.

“Masyarakat jangan takut mengikuti rapid test ini, karena ini sebagai upaya kita dalam mencegah yang lebih besar penularan. Juga jangan ada lagi stigma terhadap mereka yang positif covid-19,” tandas Hermansyah. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -