Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan Beserta Niat Qadha Puasa

Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan
Ilustrasi Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan. Foto: Ist

Tata cara puasa ganti Ramadhan lengkap dengan bacaan niat harus benar-benar dipahami bagi setiap muslim yang akan mengqadha puasa Ramadhan.

Dalam ilmu fiqih menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan qadha adalah pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan pada syariat Islam.

Salah satunya adalah qadha puasa Ramadhan yakni puasa Ramadhan yang dilaksanakan di luar bulan Ramadhan.

Hal ini bertujuan untuk mengganti puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan karena suatu alasan seperti hamil, melahirkan, haid, dan lain sebagainya.

Baca juga: Sejarah Awal Mula Puasa Daud dari Sebuah Pertobatan

Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan Beserta Niat Qadha Puasa

Menjalankan puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi umat muslim dewasa (baligh), berakal sehat, serta tidak mempunyai halangan atau hal-hal yang memberatkan.

Hal-hal yang memberatkan diantaranya sakit, dalam perjalanan, datang bulan bagi kaum perempuan, atau dalam keadaan melahirkan. Maka, mereka wajib mengganti puasa Ramadhan sesuai jumlah yang ditinggalkan.

Mengganti atau mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu yang dilakukan dengan cara berpuasa sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya.

Qadha puasa Ramadhan yang lebih dari satu hari dapat dilakukan secara berturut-turut atau secara terpisah.

Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan dengan Tepat

Dalam mengganti puasa Ramadhan, harus dilaksanakan sejumlah hari puasa yang telah ditinggalkan.

Apabila seseorang lupa dengan jumlah hari yang ditinggalkan, maka sebaiknya untuk menggunakan jumlah maksimum. Dengan demikian, hutang puasa yang akan dibayarkan tidak akan mengalami kekurangan.

Dalam hal tata cara ganti puasa Ramadhan secara tepat, qadha puasa Ramadhan dapat dilaksanakan secara berturut-turut.

Sebagai contoh bagi seseorang yang tidak berpuasa pada Ramadhan tahun lalu sebanyak 5 hari, maka ia dapat menggantinya dengan puasa sejumlah hari yang ditinggalkan yakni 5 hari secara berturut-turut di luar bulan Ramadhan.

Terdapat pendapat lain yang membolehkan qadha puasa Ramadhan secara terpisah. Sebagai contoh, mengganti puasa Ramadhan di hari Selasa, Rabu, dan Sabtu.

Tata Cara Puasa Ganti Ramadhan Bagi Orangtua yang Sudah Meninggal

Apabila orangtua telah meninggal sebelum mengqadha puasa Ramadhan, maka sebagai anak-anaknya dianjurkan untuk mengganti sejumlah hari puasa yang ditingggalkan.

Seperti sabda Rasulullah yang menyebutkan bahwa bagi seseorang yang meninggal dunia, sedangkan orang tersebut berhutang puasa, maka para walinya yang berpuasa untuknya.

Baca juga: Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama dan Sejarah Nuzulul Qur’an

Waktu yang Tepat Untuk Mengqadha Puasa Ramadan

Selain mengetahui tata cara puasa ganti ramadhan, Anda juga perlu mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan qadha puasa Ramadhan. Bagi seseorang yang meninggalkan puasa Ramadhan dengan alasan tertentu, maka sebaiknya segera mengqadha puasa tersebut sesegera mungkin.

Sesuai dengan hukum qadha puasa setelah lewat nifsu sya’ban oleh Alhafiz Kurniawan menyebutkan bahwa terdapat dua pendapat mengenai batas waktu dalam melakukan qadha puasa Ramadhan.

Pendapat pertama, mengganti puasa Ramadhan dilakukan maksimal sebelum pertengahan Sya’ban tahun berikutnya.

Maka dengan demikian, hukumnya makruh yakni dikerjakan tidak apa. Akan tetapi, sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda “Apabila hari memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian melakukan puasa”.

Pendapat kedua, qadha puasa Ramadhan dapat dilakukan hingga melebihi pertengahan bulan Sya’ban tahun berikutnya atau menjelang Ramadhan tahun berikutnya.

Pendapat ini berdasarkan riwayat Ummu Salamah, “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa dua bulan berturut-turut, kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan”.

Niat Qadha Puasa Ramadhan

Tata cara puasa ganti Ramadhan tidak lepas dari niat puasa. Niat puasa qadha Ramadhan dilafalkan di dalam hati dan tidak disyaratkan untuk  menyebutkan niat tersebut secara lisan.

Niat yang diucapkan dalam hati hendaknya sesuai dengan tujuan dalam melaksanakan puasa yakni puasa qadha serta niat tersebut diucapkan di malam hari sebelum terbit matahari.

Berdasarkan pendapat ulama, maka niat dalam mengqadha puasa Ramadhan hendaknya diucapkan setiap malam sebelum mengqadha puasanya.

Akan tetapi, terdapat pula pendapat dari beberapa ulama yang menyebutkan apabila mengqadha puasa secara berturut-turut, maka boleh hanya mengucapkan niat pada awal puasanya saja.

Lafal niat puasa qadha Ramadhan adalah نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Dengan mengetahui tata cara puasa ganti Ramadhan, maka kita dapat mengqadha puasa Ramadhan kita dengan mudah. Qadha puasa Ramadhan sama halnya dengan kita membayar hutang yang wajib dibayar pada Allah SWT. Hal ini harus dilaksanakan dengan segera apabila tak memiliki suatu halangan apapun. (R10/HR-Online)

Loading...