Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaArtikelTitrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Titrasi asam basa menjadi salah satu istilah yang familiar bagi anda yang mempelajari kimia. Titrasi sendiri merupakan sebuah metode laboratorium umum yang menganalisis kimia kuantitatif.

Metode ini seringkali digunakan untuk menentukan seperti apa konsentrasi titrand yang belum diketahui. Pada dasarnya proses titrasi digunakan dalam penghitungan sifat atau molaritas dari sebuah larutan.

Misalnya larutan asam atau basa. Proses ini bertujuan untuk menyimpulkan sifat yang tidak diketahui dari larutan lainnya.

Pengertian Titrasi Asam Basa

Apakah anda pernah menyimpan cuka di rumah? Apakah anda pernah mengecek berapa kadar cuka yang tertera dalam kemasannya?

Setiap merk cuka bisa saja mempunyai kadar cuka yang berbeda-beda. Kadar cuka bisa dicek melalui proses yang bernama titrasi.

Sebenarnya apa titrasi itu? Untuk mengetahui pengertian lengkapnya, kita bisa menyimak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian titrasi asam basa adalah sebuah metode analisa kimia yang secara kuantitatif sering digunakan di dalam laboratorium. Fungsinya adalah untuk menentukan reaktan dan juga konsentrasi.

Di dalam proses titrasi yang berlangsung, ada titran sebagai larutan yang sudah diketahui. Terdapat pula titran sebagai larutan yang nantinya akan ditentukan titrasinya.

Peralatan yang sering digunakan untuk melakukan titrasi bernama titrasi meter. Seperti yang diketahui bahwa kemolaran akan menyatakan jumlah mol zat yang larut dari setiap liter larutan dan bisa digunakan untuk menentukan pengenceran dari sebuah larutan.

Di dalam ilmu kimia, larutan asam-basa ini bisanya sering dimanfaatkan dalam menentukan seberapa nilai pH dari sebuah larutan. Lamanya waktu yang diterapkan dalam proses tersebut, membuat larutan penentu akhirnya bisa menghasilkan sifat basa.

Itu artinya akan memiliki pH lebih dari 7. Umumnya kasusnya akan berlawanan untuk larutan yang tidak diketahui. Ini berupa asam basa yang punya nilai pH di bawah 7.

Setiap proses titrasi asam basa secara umum berfungsi dengan cara yang pasti, yakni larutan asam dan ditambahkan ke larutan basa untuk bisa memperoleh nilai pH netral 7. Hingga larutan tersebut mencapai nilai pH 7 dan penambahan asam berlanjut.

Sesudah indikator pH akan menunjukkan perubahan warna. Ini bisa menjadi petunjuk bagi anda untuk tahu bahwa larutan tersebut sudah mencapai nilai pH seperti yang diinginkan.

Proses ini bisa digunakan untuk menemukan berapa persen kemurnian dari unsur unsur kimia. Selain itu, pada umumnya proses ini dilakukan dengan larutan senyawa.

Prosedur Titrasi

Di dalam proses titrasi sederhana, terdapat prosedur yang perlu diperhatikan. Seperti peralatan yang mengandung termos dari larutan tidak dikenal yang sering disebut dengan titrand. Sementara itu, untuk larutan konsentrasi yang dikenal akan disebut titran.

Semua itu akan dicadangkan di dalam buret tepat di atasnya saat terjadi proses titrasi asam basa. Buret sendiri merupakan tabung yang telah dikalibrasi secara vertikal dan akan ditangguhkan dengan sumbat tepat pada bagian bawahnya.

Fungsi buret adalah membantu mengatur aliran cairan ke dalam labu. Saat cairan mengalir ke dalam labu, maka indikator pH akan berubah warna menjadi merah muda. Di dalam kasus lain, warnanya juga bisa menjadi metil orange.

Kegunaan Titrasi

Ada cukup banyak kegunaan yang bisa diambil dari proses yang terjadi antara asam dan basa. Seperti bisa ditemukannya molaritas larutan yang memiliki konsentrasi tidak diketahui.

Bisa juga ditemukan massa garam asam atau massa garam basa. Titrasi bisa berguna dalam menentukan tingkat kemurnian dari suatu padatan.

Menentukan persentase massa zat yang terlarut di dalam sebuah larutan tertentu. Selain itu, titrasi sederhana juga berguna untuk melakukan tes bagi aktivitas buffering.

Titrasi asam basa biasanya terjadi pada berbagai macam proses seperti tes gula darah, nutrisi, atau pada pengujian air yang ada di akuarium.

Bisa juga dilihat pada proses anggur, tes kehamilan, dan analisis yang dilakukan pada air limbah. Proses titrasi sendiri bukan hanya digunakan pada laboratorium kimia SMA saja.

Akan tetapi, juga bisa digunakan dalam berbagai bidang lainnya, seperti obat-obatan dan industri dalam bidang sains.

Sekarang sudah lebih jelas bukan apa pengertian titrasi asam basa, cara kerja, serta kegunaannya dalam mendukung berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. (R10/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru