Uji Coba Hidroksiklorokuin untuk Corona Dilanjutkan WHO, Mengapa?

Uji Coba Hidroksiklorokuin Untuk Corona
Obat Hidroksiklorokuin Untuk Corona. Foto: Istimewa

Uji coba hidroksiklorokuin untuk Corona kembali dilanjutkan oleh WHO setelah sebelumnya sempat menimbulkan polemik.

Saat ini WHO kembali memutuskan untuk melanjutkan uji coba obat malaria hidrosiklorokuin tersebut setelah dilakukan sebuah penelitian bahwa obat tersebut dianggap dapat meningkatkan resiko kematian. Pernyataan tersebut kembali ditarik kembali karena masalah kebenaran data yang didapat.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak dapat menjamin lagi keabsahan dari penelitian yang telah dilakukan tersebut karena Surgisphere yaitu sebuah perusahaan pelayanan kesehatan pemasok data tidak akan mengizinkan para audit independen terhadap data yang telah mereka reaset.

Padahal, penelitian ini merupakan sebuah dasar dari WHO untuk menghentikan uji coba dari hidroksiklorokuin karena terdapat kekhawatiran mengenai aspek keselamatan para pasien Covid-19.

Uji Coba Hidroksiklorokuin untuk Corona

Meskipun pihak Surgisphere tidak mengizinkan para audit independen untuk dapat memasok data reaset kebenaran hidroksiklorokuin untuk Corona, akan tetapi para pemimpin dunia salah satunya Presiden AS Donald Trump terus menggembor-gemborkan penggunaan dari obat ini.

Bahkan Presiden Jokowi juga telah memesan hingga tiga juta klorokuin atau obat malaria untuk pasien terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Hidroksiklorokuin Untuk Cegah Corona Berdampak Buruk atau Baik?

Kepala eksekutif dari Surgisphere Sapan Desai mengatakan bahwa satu dari empat jumlah peneliti yang melakukan studi tersebut akan menjalin sebuah kerja sama dengan para audit independen.

Akan tetapi, pihak Surgisphere kembali menegaskan apabila melakukan transfer data, maka akan melanggar perjanjian kepada klien dan juga syarat kerahasiaan.

Apa yang Dihasilkan dari Uji Coba Hidroksiklorokuin untuk Corona?

Penelitian telah diterbitkan pada bulan lalu melalui sebuah jurnal ilmiah Lancet dan melibatkan sekitar 96.000 pasien penderita virus Corona di 671 rumah sakit di seluruh dunia.

Uji coba memperlihatkan hampir 15.000 pasien diberikan obat tersebut, baik sebagai obat tunggal ataupun sebagai antibiotik.

Kesimpulannya, pernyataan dari obat tersebut ampuh melawan Corona adalah tidak benar. Justru obat tersebut dapat menimbulkan resiko pasien mengalami jantung berdebar dengan cepat atau bahkan lebih parahnya lagi adalah sekarat.

Para peneliti juga menyarankan bahwa hidroksiklorokuin tersebut sebaiknya tidak diberikan di luar uji secara klinis.

Adakah Bukti Hidroksiklorokuin Manjur Melawan Corona?

Mengenai uji coba hidroksiklorokuin untuk Corona, terdapat banyak kekhawatiran dalam komunitas ilmiah. Hidroksiklorokuin memang terbukti aman untuk dapat mengobati malaria, lupus, dan juga radang sendi.

Akan tetapi, sampai sejauh ini belum terdapat uji klinis yang merekomendasikan obat ini untuk digunakan sebagai obat anti virus Covid-19.

Hasil uji yang telah dilakukan di University of Minnesota menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin tidak efektif untuk dapat melawan ataupun mencegah terjadinya virus Corona.

Baca juga: Kemenkes Lakukan Uji Klinis Sejumlah Obat untuk Virus Corona

Kajian yang telah dihasilkan menyebutkan bahwa para pasien yang besar kemungkinan meninggal ataupun mengalami komplikasi adalah para pasien yang mengkonsumsi hidroksiklorokuin.

Mengapa Hidroksiklorokuin Menjadi Terkenal?

Meskipun terdapat banyak kekhawatiran mengenai kemanjuran dari uji coba hidroksiklorokuin untuk Corona, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah mengkonsumsi obat tersebut dan hasilnya terbukti mampu melawan virus.

Akan tetapi, selang beberapa hari dirinya berhenti mengkonsumsi obat tersebut. Trump telah melakukan berbagai promosi obat anti malaria tersebut.

Tentu tindakan tersebut sangat tidak sejalan dengan saran dari para tenaga medis dan juga pejabat di bidang kesehatan.

Pernyataan Trump tersebut yang menjadikan obat ini menjadi dikenal oleh masyarakat luas meskipun banyak polemik di dalamnya.

Tanggapan WHO Mengenai Ungkapan Trump

Organisasi kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa uji coba hidroksiklorokuin untuk Corona sejauh ini belum menemui sebuah titik terang.

WHO juga mengatakan bahwa sampai saat ini belum terdapat bukti yang definitif terhadap kebenaran dari klorokuin tersebut. Hingga saat ini pun masih dilakukan uji coba secara berkelanjutan.

Pendapat Ahli Kesehatan

Menurut para ahli kesehatan, hidroksiklorokuin tersebut memiliki potensi menimbulkan efek samping, termasuk gejala gagal jantung. Jika dimanfaatkan, obat tersebut harus digunakan dengan sangat berhati-hati.

Uji coba hidroksiklorokuin untuk Corona yang telah dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa para pasien yang mengkonsumsi obat tersebut tidak mengalami reaksi apa-apa atau tidak menimbulkan dampak baik dan juga buruk. (R10/HR-Online)