Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarUpdate Corona Kota Banjar 21 Juni: OTG dan PDP Nihil

Update Corona Kota Banjar 21 Juni: OTG dan PDP Nihil

Berita Banjar, (harapanraakyat.com),- Update Corona Kota Banjar 21 Juni 2020 yang dirilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar menunjukkan penurunan kasus Covid-19. Termasuk jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang nihil.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Banjar Terus Menurun

Jumlah OTG di Kota Banjar memang sudah tidak ada sejak beberapa hari terakhir, begitu juga dengan PDP yang dirawat di Rumah Sakit. Hanya tinggal PDP yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya yang kini jumlahnya pun semakin berkurang.

Data kasus Covid-19 Kota Banjar per hari ini, Minggu, 21 Juni 2020 menunjukkan PDP yang menjalani isolasi mandiri tinggal 6 orang. Meskipun begitu, sebanyak 20 orang yang berstatus PDP di Kota Banjar meninggal dunia.

Update Corona Kota Banjar 21 Juni 2020 juga menunjukkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tinggal 7 orang. Sebanyak 439 ODP di Kota Banjar telah selesai masa pemantauan dan tidak mengalami sakit ataupun bergejala ke arah Covid-19.

Sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar saat ini juga nihil, meskipun tercatat sudah ada 7 kasus positif Covid-19. Namun, 6 orang diantaranya sudah berhasil sembuh.

Sedangkan 1 orang meninggal dunia. Pemeriksaan swab dilakukan pasca kematiannya menunjukkan almarhum positif Covid-19.

Update Corona Kota Banjar 21 Juni 2020, 58 Reaktif Covid-19

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar juga gencar melakukan tes Corona di berbagai lokasi berkerumunnya warga. Termasuk di pasar-pasar yang ada di Kota Banjar, juga beberapa Toserba yang ramai dikunjungi warga.

Selain rapid test juga dilakukan swab tes pada sejumlah warga Kota Banjar. Dari hasil rapid test, Gugus Tugas Kota Banjar mencatat setidaknya 58 orang reaktif Covid-19.

Meskipun begitu, perlu diingat reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test bukan berarti positif Corona. Rapid test hanya pemeriksaan awal untuk mendeteksi penularan Covid-19.

Rapid test hanya memeriksa keberadaan antibodi dalam tubuh seseorang yang melawan virus. Jika reaktif berarti orang tersebut sudah pernah terpapar virus.

Namun untuk mengonfirmasi apakah terpapar virus Corona, maka perlu dilakukan swab test. Seseorang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 apabila hasil swab testnya positif. (SBH/R7/HR-Online)