Viral di Medsos, Kebun Bunga Celosia di Kota Banjar Ramai Pengunjung

Viral di Medsos, Kebun Bunga Celosia di Kota Banjar Ramai Pengunjung
Sofa, pemilik Kebun Bunga Celosia di Dusun Sukanagara, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Kebun bunga celosia yang berada di Dusun Sukanagara, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mendadak viral. Bahkan, ratusan warga dari sejumlah wilayah di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis menyerbu lokasi yang berada di pinggir tanggul Sungai Citanduy itu.

Pantauan Koran HR di lapangan, tampak puluhan warga tengah asyik berfoto di tengah kebun bunga yang berwarna-warni. Meski kondisi sedang terik, namun tak menyurutkan mereka mengabadikan momen tersebut.

Sofa (24), pemilik kebun bunga yang merupakan warga Desa Cintararatu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, menjelaskan, bahwa awal mula kebun bunga miliknya itu viral setelah banyak warga yang tahu keberadaannya melalui media sosial.

Sebelumnya, warga sekitar tidak mengira jika lahan yang disewanya itu bakal ramai seperti sekarang ini. Pasalnya, lahan yang digunakan kebun bunga celosia sebelumnya merupakan lahan yang penuh ilalang.

“Tadinya banyak yang bilang buat apa ditanami bunga dan sebagainya. Namun saya dan suami hanya bisa mendengarkan saja. Soalnya kan belum kelihatan, jadi diam saja dulu,” terangnya, kepada Koran HR, Selasa (16/06/2020).

Sejak ditanam 2 bulan lalu, tepatnya di bulan April 2020, tanaman yang biasa disebut jengger ayam itu kini sudah tumbuh dan berbunga warna merah dan kuning di lahan sekitar 140 bata.

Lebih lanjut Sofi mengatakan, dengan bermodalkan puluhan juta untuk membuka lahan, dan mengolahnya agar bisa ditanami tanaman yang memiliki nama latin celosia cristata ini, sejak Sabtu (13/06/2020) kemarin, pengunjung mulai datang dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat luar biasa. Padahal saya tadinya sempat tak percaya sampai seramai ini, apalagi kemarin habis PSBB. Bahkan kemarin Ibu Wali Kota Banjar juga datang ke sini,” tuturnya.

Meski berada cukup jauh dari keramaian, dengan hadirnya lokasi yang menjadi tempat untuk swafoto itu juga menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Baik yang berdagang maupun menyediakan lahan parkir. Sofa pun mengaku sangat bersyukur karena ada manfaatnya juga untuk warga sekitar.

Inspirasi Kebun Bunga Celosia

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Sofa yang sebelumnya menjadi penjual jajanan di sekolah, untuk sementara ini berhenti. Sedangkan, suaminya yang bekerja di Palembang, berencana mengembangkan tanaman yang dibawa dari Palembang.

Meski belum ada bayangan bagaimana respon masyarakat nantinya, namun ia yakin kebunnya itu bakal diminati, terutama untuk swafoto. Bahkan, tanaman yang dikembangkan di lokasi saat ini lebih tinggi ukurannya dibanding dengan yang ada di Palembang.

“Mungkin tanahnya beda. Makanya kita heran, setelah bibit yang dibawa dari sana justru lebih subur di Jawa,” katanya.

Selain yang saat ini sudah ada, ia dan suaminya juga berencana akan menambah jenis bunganya agar pengunjung tidak bosan. Termasuk menambah serta mengganti background agar lebih menarik.

Bagi pengunjung yang akan masuk, Sofa menarif Rp 7 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Ia pun berharap dengan adanya tempat ini dapat memberikan pilihan kepada masyarakat yang ingin berlibur. Apalagi sejak pemberlakuan PSBB semua objek wisata ditutup.

“Karena ini masih di tengah wabah Corona, maka pengunjung wajib cuci tangan yang sudah kami sediakan, dan memakai masker. Tapi kalau lagi swafoto ya dibuka dulu sebentar biar terlihat mukanya. Mudah-mudahan semakin ramai pengunjungnya,” pungkas Sofa.

Sementara itu, Aris (17), salah satu pemuda setempat, merasa gembira dengan adanya kebun bunga yang lagi viral ini. Selain bisa menambah tingkat perekonomian warga sekitar, juga menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk memanfaatkan lahan tidur.

“Tadinya ini kebun ilalang, tapi sekarang malah jadi bagus. Alhamdulillah, kami yang mengelola parkir jadi ada kegiatan, apalagi sekolah kan belum masuk,” katanya.

Mengenai tarif parkir, kata Aris, pihaknya menarif Rp 2 ribu untuk sepeda motor, Rp 5 ribu untuk mobil, dan seikhlasnya untuk sepeda.

Eni, salah satu pengunjung dari Banjar, mengaku sangat tertarik untuk datang setelah melihat di media sosial. Meski lokasinya jauh dari keramaian, namun ia sangat senang karena bisa menikmati suasana pedesaan yang didominasi lahan pertanian.

“Di sini kan banyak warga yang mengembangkan berbagai macam buah-buahan, ditambah lagi ada lokasi seperti ini, sehingga menambah lengkap tempat untuk berwisata bagi warga. Ke depan diharapkan bisa lebih dikembangkan lagi,” kata Eni. (Muhafid/Koran HR)