Lolos Cek Poin, WNA Asal India Berada di Pangandaran 2 Minggu Bikin Resah Warga

Lolos Cek Poin, WNA Asal India Berada di Pangandaran 2 Minggu Bikin Resah Warga
Petugas dari kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya mendatangi WNA asal India yang tinggal di Dusun Babakan Jaya RT 18 RW 07, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Rabu (10/6/2020). Foto:Madlani/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Diduga lolos cek poin di pos perbatasan, seorang warga negara asing atau WNA asal India, diduga sudah berada di Pangandaran sejak dua minggu lalu.

Selama di wilayah Pangandaran, WNA tersebut diketahui berpindah-pindah tempat. Terakhir, dia menyewa kamar kontrakan di Dusun Babakan Jaya RT 18 RW 07, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang.

Sontak saja, keberadaan WNA asal India di tengah pandemi Covid-19 tersebut membuat resah warra Kecamatan Padaherang dan sekitarnya.

Warga yang mengetahui langsung melaporkan ke petugas berwenang. Petugas dari kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya datang dan mengecek dokumen orang asing tersebut, Rabu (10/6/2020).

WNA asal India berinisial  AA berjenis kelamin laki-laki umur 45 tahun . Saat digeledah petugas, WNA tersebut memiliki no paspor R7353146.

Menurut informasi yang diperoleh HR Online, orang India tersebut datang dari Malang, Jawa Timur, dan tiba di Pangandaran diperkirakan sudah 14 hari. Dia lolos di cek poin perbatasan karena pergi bersama kenalannya, seorang perempuan asal Pangandaran.

Kepala Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Teti Heryani membenarkan adanya WNA asal India yang menyewa kamar kos di desanya.

“Memang benar setelah dicek berdasarkan laporan warga ada orang asing yang menyewa kamar kosan di Desa Kedungwuluh, sebelumnya memang tidak laporan ke ketua RT maupun pihak desa,” ujarnya.

WNA Asal India Tersebut Tidak Lapor ke Pemerintah Setempat

Pihaknya sayang menyayangkan, WNA tersebut tidak lapor ke RT ataupun pemerintah desa.

“Malah saya tahunya dari warga, karena banyak yang mengadu dan merasa khawatir adanya orang asing di lingkungannya itu,” katanya.

Kata Teti, dirinya sudah menjelaskan ke orang asing tersebut bahwa di Pangandaran dalam situasi saat ini wajib lapor walaupun sudah membawa surat keterangan sehat apalagi tinggal dan menyewa kos-kosan.

“Saya tanya keperluannya apa, katanya ada bisnis dan dibawa oleh teman perempuannya orang Pangandaran, saya minta hari ini segera di cek lagi kesehatannya dan minta hasil tes sehat hari ini juga,” tandas Teti Heryani.

Lanjut Teti Heryani, setelah banyaknya masukan dan protes dari warga sekitar, dirinya bersama BPD Kedungwulung menyampaikan ke WNA asal India tersebut, bahwa warga menolak ia tinggal di kosan sekitar lingkungan warga, karena situasi yang tidak memungkinkan.

“Atas nama masyarakat Kedungwuluh, kami tidak mau menerima keberadaan orang asing tersebut tinggal disini, dan meminta untuk kembali ke daerah awalnya,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubsi Intelijen Kantor Imigrasi kelas 2 non TPI Tasikmalaya, Wisli mengatakan, setelah dirinya mengecek dokumen orang asing tersebut, paspor atas nama WNA tersebut masih berlaku namun Ijin tinggal sudah habis.

“Karena di masa pandemi covid-19 ini berdasarkan Keputusan Kemenkumham otomatis bisa diperpanjang dan bebas tinggal di Indonesia. Tetapi dari hasil kesepakatan WNA tersebut siap untuk meninggalkan Pangandaran setelah ada keberatan dari warga dan pemerintah desa Kedungwuluh,” singkatnya. (Madlani/R8/HR Online)