Dalam Sebulan, 300 Pencaker di Kota Banjar Ikuti Rapid Test Gratis

Rapid Test Gratis
Rapid test gratis untuk warga pencari kerja dan pendidikan yang berlangsung di halaman Pendopo Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 300 orang warga Kota Banjar, Jawa Barat, telah mengikuti rapid test gratis untuk kategori warga pencari kerja dan pendidikan di Kota Banjar. Rapid test tersebut diadakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

Jumlah sebanyak itu merupakan data peserta rapid test kategori pencari kerja dan pendidikan sejak dibuka pertama kali pada tanggal 25 Juni 2020 atau sekitar satu bulan yang lalu.

“Dari awal pembukaan totalnya ada sekitar 300 Pencaker yang mengikuti rapid test. Rata-rata per minggu 50 orang,” kata Pelaksana Gugus tugas Kota Banjar dr H Agus Budiana kepada awak media di sela acara rapid test di halaman Pendopo Kota Banjar, Rabu (29/7/2020).

44 Pencaker Ikuti Rapid Test Gratis

Untuk hari ini, kata H Agus, ada 44 peserta rapid test kategori pencari kerja. Rinciannya, sebanyak 25 orang warga pencari kerja, 7 orang pegawai Dishub dan 12 orang siswa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Banjar.

“Hasil rapid test hari ini satu orang mahasiswa dinyatakan reaktif. Tim Gugus tugas langsung melakukan pemeriksaan swab test,” katanya.

Ditambahkan H Agus, dengan adanya penambahan data tersebut, sampai sejauh ini tim Gugus tugas Kota Banjar sudah melakukan rapid test massal kepada 4800 orang dengan sisa kuota alat rapid test sebanyak 400 alat.

Rencananya, sesuai SK Walikota Banjar untuk program rapid test gratis kategori warga pencari kerja dan pendidikan ini akan terus berlanjut selama masih ada wabah pandemi dan banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau rapid test pencari kerja akan terus kita lanjut. Tapi untuk rapid test dan swab test massal masih menunggu intruksi dari Ketua Gugus Tugas Kota Banjar,” katanya.

Hasil Tracking Menunggu Lakbesda Provinsi

Sementara itu, dikonfirmasi hasil pemeriksaan swab test sejumlah santri dari tracking kasus santriwati terkonfirmasi positif Covid-19 di salah satu pondok pesantren beberapa waktu yang lalu, ia mengatakan, belum diketahui karena masih menunggu konfirmasi dari pihak Lakbesda Provinsi Jawa Barat.

“Belum keluar hasil swabnya. Sampai sekarang kami juga masih menunggu kabar dari Lakbesda Provinsi,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online) 

Loading...