Akses Jalan Menuju Perum Bumi Kencana Asri Kawali Ciamis Ditutup Warga, Kenapa?

Warga tutup akses jalan menuju Perum Bumi Kencana Asri di Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Foto: Edji Darsono/HR.
Warga tutup akses jalan menuju Perum Bumi Kencana Asri di Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Foto: Edji Darsono/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Warga tutup akses jalan menuju Perum Bumi Kencana Asri di Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penutupan akses jalan dilakukan akibat belum terealisasinya komitmen pihak pengembang dengan pemerintah desa setempat.

Endang, salah seorang warga Desa Kawalimukti, mengatakan, akses jalan menuju Perum Bumi Kencana Asri ditutup dengan menggunakan spanduk. Sebelum komitmen dan janji kompensasi untuk warga sekitar lingkungan terealisasi, warga akan tetap menutupnya.

“Terlebih akses menuju Perum Bumi Kencana Asri berada di atas tanah bengkok milik Desa Kawalimukti,” kata Endang, kepada HR Online, Jum’at (10/07/2020).

Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Kawalimukti, Iding Sutisna, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan adanya penutupan jalan menuju Perum Bumi Kencana Asri.

“Perum tersebut sebetulnya ada di Blok Ciberod, Desa Kawali. Hanya saja akses jalan menuju perumahan tersebut berada di tanah Bengkok Kawalimukti,” terangnya.

Lebih lanjut Iding mengatakan, aksi penutupan itu terjadi pada hari Kamis (09/07/2020). Diduga warga merasa kesal, sebab janji dari pihak pengembang belum ada yang terealisasi.

Ada lima tuntutan yang disampaikan warga. Kelima tuntutan tersebut antara lain, warga meminta agar tiang listrik dipindahkan, adanya pemasangan lampu mercury.

Tuntutan selanjutnya yaitu, adanya perbaikan jalan yang representatif, kompensasi untuk masyarakat sekitar lingkungan, serta aturan penggunaan akses menuju perumahan. Sebab statusnya tanah bengkok Kawalimukti.

Karena lima tuntutan tersebut belum ada realisasinya, sehingga warga menutup akses tersebut. Atas kejadian ini, pihak pemeritah desa akan melibatkan BPD untuk berkoordinasi dengan pihak pengembang.

“Sebab, selama permasalahan belum ada kesepakatan, warga tetap akan menutupnya. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat permasalahan tersebut dapat terselesaikan. Diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” pungkas Iding. (Dji/R3/HR-Online)