Alat Pemindai Wajah, Pengukur Suhu Tubuh untuk Covid-19 Buatan UGM

Alat Pemindai Wajah, Pengukur Suhu Tubuh
Alat pemindai wajah untuk pengukur suhu tubuh buatan UGM. Foto: Istimewa

Sebuah alat pengukur suhu tubuh untuk Covid-19 dengan teknik pemindai wajah berhasil dikembangkan para ahli UGM. Alat deteksi suhu tubuh untuk Covid-19 ini dinilai lebih efisien ketimbang dengan teknologi infra merah.

Saat ini sudah banyak alat pengukur tubuh yang telah dikenal dan banyak digunakan. Seperti termometer yang biasanya diletakkan di ketiak. Sedangkan yang banyak digunakan untuk deteksi suhu tubuh untuk Covid-19 adalah thermo gun.

Beberapa dosen dari Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan sebuah alat pengukur suhu tubuh dengan pemindai wajah.

Dengan menggunakan teknologi thermal imaging, alat ini bisa mendeteksi dan mengukur suhu tubuh manusia tanpa harus berada dekat dengan obyek. Alat ini bahkan mampu mengetahui suhu tubuh dengan jarak sampai 2 meter.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Mampu Diagnosis Virus Corona Tanpa Alat Tes

Penggunaan thermo gun sebagai alat pengukur suhu tubuh untuk Covid-19 dilakukan dengan mendekatkan alat pada jidat atau kepala orang. Begitu juga dengan alat thermal scanner lainnya dilakukan dengan mendekatkan alat dengan obyek.

Padahal, sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan secara universal, jaga jarak sangat penting untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Corona. Karena itulah alat thermal scanner dinilai tidak sesuai protokol kesehatan.

Alat ini diciptakan, menurut Igi Ardiyanto, berawal dari kebanyakan penggunaan alat deteksi tubuh yang harus berada dekat dengan obyek. Karena itulah mereka berusaha mengembangkan alat yang inovatif namun dengan jarak aman terhadap penularan virus.

Cara Kerja Alat Pengukur Suhu Tubuh Pemindai Wajah

Alat pengukur suhu tubuh untuk Covid-19 temuan dosen UGM ini bekerja degan cara memindai wajah orang. Alat ini dikembangkan 3 orang dosen, yaitu Dr Igi Ardiyanto bersama Addyn Suwastono MEng, dan Dr Eka Firmansyah.

Menurut Igi Ardiyanto, alat ini bekerja dengan mengukur suhu tubuh melalui emisi termal atau panas yang dipancarkan tubuh manusia yang berdiri di depan alat. Namun objek tak perlu terlalu dekat berada di depan alat.

Baca juga: Alat Tes Covid-19 Genggam, Hanya $10 Hasilnya Keluar dalam 5 Menit

Alat thermal imaging terdiri dari sejumlah komponen, seperti termal kamera dan embede PC, speaker, dan gate. Selain mendeteksi suhu tubuh berdasar radiasi termal objek, alat ini juga akan memindai wajah, termasuk penggunaan masker.

Alat pengukur suhu tubuh ini dilengkapi dengan beberapa fitur, seperti untuk mengukur suhu tubuh, pendeteksi wajah, dan fitur penggunaan masker. Pancaran dari panas tubuh inilah yang mampu ditangkap alat ini.

“Alat pengukur suhu tubuh ini juga dilengkapi dengan fitur pendeteksi wajah dan fitur penggunaan masker,” katanya seperti dikutip dari laman UGM.

Untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam mendeteksi suhu tubuh, alat thermal imaging ini juga dilengkapi dengan kamera beresolusi 160 pixel. Data yang masuk lantas diproses oleh embeded PC. Sedangkan hasil akhir akan keluar dalam bentuk suara dari speaker.

Alat ini juga mempunyai kemampuan mendeteksi penggunaan masker. Sehingga jika objek yang terdeteksi tidak menggunakan masker, maka akses masuk ke dalam ruangan akan ditolak.

Prototipe alat yang telah dikembangkan sejak awal Juni 2020 ini sudah dicoba dan digunakan di lingkungan Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM. Kabarnya, alat ini akan diletakkan di berbagai titik di lingkungan UGM.

Pengembangan alat pengukur suhu tubuh untuk Covid-19 ini sangat penting dalam persiapan memasuki era normal baru. Alat ini juga bisa menjadi alternatif pengganti thermo gun yang lebih aman sesuai ketentuan protokol kesehatan. (R11/HR-Online)

Loading...