Batu Tapak Kaki Ditemukan di Ciamis, Diduga Peninggalan Kerajaan

Batu Tapak Kaki Ditemukan di Ciamis, Diduga Peninggalan Kerajaan
Sebuah batu dengan jejak telapak atau tapak kaki ditemukan warga Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.Foto:Fahmi/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Sebuah batu dengan jejak telapak atau tapak kaki ditemukan warga Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, saat tengah menggali makam di TPU Susuru.

Pada batu berbentuk pipih berukuran 50 x 20 sentimeter dengan ketebalannya sekitar 5 sentimeter tersebut, terlihat jelas telapak kaki orang dewasa, dengan lima jari lengkap.

Selain telapak kaki, pada bagian belakang batu terdapat penampakan mirip telapak tangan.

Ketua Paguyuban Adat Nagarapageuh, Eman Sulaeman mengatakan, batu tapak kaki itu sudah ditemukan lumayan lama.

Saat itu, warga tengah menggali kuburan di TPU Susuru. Namun, saat kedalaman masih sekitar betis kaki orang dewasa, cangkul menghantam sebuah batu.

“Karena menghalangi, batu tersebut lalu diambil ke atas, agar proses gali kubur bisa dilanjutkan,” ujar Eman, Senin (6/7/2020).

Karena bentuknya yang pipih, batu tersebut tidak langsung dibuang, tapi disimpan di areal sekitar pemakaman.

“Setelah tanah di batu itu mengering, nampak ada keunikan dari batu itu. Setelah dibersihkan dan dilihat secara teliti, ternyata ada bentuk mirip tapak kaki manusia,” katanya.

Warga setempat menduga, batu dengan telapak kaki tersebut kaitannya dengan sejarah kerajaan yang ada di wilayah tersebut. Karena di sekitar lokasi tersebut terdapat beberapa makam tokoh atau sesepuh terdahulu.

Sepintas batu tapak kaki tersebut menyerupai sebuah prasasti, namun tak ada tulisannya.

“Kemungkinan telapak kaki pada batu ini dulu terlihat jelas, namun akibat termakan usia dan terkubur, tapak kakinya jadi terkikis,” ucap Eman.

Batu Tapak Kaki Tersebut Perlu Diteliti

Lebih lanjut ia mengaku, pihaknya tidak bisa memastikan batu ini merupakan peninggalan sejarah atau bukan, karena perlu penelitian lebih jauh oleh pihak yang berkompeten, yakni arkeolog.

Batu tersebut kini disimpan di rumah Dinas Kepala Desa Nagarapageuh bersama dengan benda pusaka lainnya yang merupakan peninggalan sejarah.

Di Nagarapageuh sendiri sudah banyakditemukan berbagai benda yang diduga pusaka seperti Lontar, keramik, keris hingga lempeng timah.

“Agar benda-benda bersejarah ini aman dan terjaga, kami berharap bisa dibangun museum untuk menyimpan benda-benda pusaka ini. Karena ini bisa menjadi salah satu potensi wisata budaya di Ciamis,” pungkasnya. (Fahmi2/R8/HR Online)

Loading...