Budidaya Tanaman Porang di Banjar Sangat Menjanjikan

Budidaya Tanaman Porang di Banjar Sangat Menjanjikan
Tatang saat menunjukkan bibit porang yang siap dijual. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Keberadaan tanaman porang menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk dibudidayakan. Apalagi perawatan tanaman tersebut bisa dikatakan  mudah, dan harga jualnya pun menggiurkan.

Menurut Tatang, salah satu pegawai yang berada di UPTD Balai Benih Padi Dinas Pertanian Kota Banjar, bahwa peluang usaha di bidang tanaman porang cukup menjanjikan.

Terlebih permintaan masih cukup tinggi, terutama dari berbagai negara seperti China, Hongkong, Taiwan, Jepang, dan negara lainnya untuk diolah menjadi tepung, beras, mie, dan olahan lainnya.

Kendati demikian, Tatang mengaku kalau dirinya lebih tertarik mengembangkan penyediaan bibit untuk mencukupi kebutuhan di Kota Banjar.

“Porang itu kan panennya bisa dua kali, bisa bagian atasnya seperti katak, dan bagian bawahnya, yakni umbinya. Karena di Kota Banjar masih terbilang belum banyak, makanya ini potensi besar,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (21/07/2020).

Adapun bibit tanaman porang yang ia jual per polybag dibanderol harga sekitar Rp 2.000, dan bijinya atau katak dijual seharga Rp 200 ribu per kilogramnya. Sedangkanm harga umbi porang per kilogramnya mencapai sekitar Rp 9.000 hingga Rp 10.000. Harga tersebut bisa berubah menyesuaikan pasaran.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan, harga bibit porang pada prinsipnya dipengaruhi oleh kondisi musim. Bila mendekati musim kemarau, maka harganya akan meningkat. Begitu juga sebaliknya.

Dalam menjual bibit tanaman porang, Tatang juga selalu memberikan edukasi agar pembeli paham bagaimana pola penanaman dan perawatannya, agar hasilnya bisa maksimal.

“Di sini saya ada berbagai bibit yang bisa dilihat langsung oleh pembeli. Jadi sambil diajarkan supaya mengetahui, dan mau dari mana kita menanamnya agar mereka tidak hanya sebatas katanya saja,” imbuhnya.

Dengan fokus pembibitan tanaman porang di Kota Banjar, ia berharap warga yang ingin membudidayakan bisa tercukupi. Sehingga tidak harus mencarinya keluar Banjar, dan tidak ketergantungan dengan bibit dari luar.

“Masalah penjualannya sangat mudah. Makanya bisnis ini sangat menjanjikan, dan di Kota Banjar peluangnya masih sangat besar,” pungkas Tatang. (Muhafid/Koran HR)

Loading...