Cegah Penyakit Chikungunya, Warga Kota Banjar Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Cegah Chikungunya, Warga Kota Banjar Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan
Cegah chikungunya, warga Kota Banjar diminta jaga kebersihan lingkungan. Foto:Ilustrasi/Net

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Banyaknya warga lingkungan Parungsari, RT 08 RW 03 Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, yang terserang penyakit chikungunya, ditanggapi pihak Puskesmas Purwaharja 1.

Jajaran petugas Puskesmas Purwaharja 1 langsung memberikan edukasi kepada tokoh masyarakat, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk serta penyebab terjadinya penyakit Chikungunya.

Menurut Kepala Puskesmas Purwaharja 1 dr. Westra Kharisma, penyakit Chikungunya merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Albopictus, yakni nyamuk sejenis dengan Aedes aegipty penyebab demam berdarah dengue (DBD) namun berbeda jenis spesimennya.

Ia membedakan, efek yang ditimbulkan akibat gigitan nyamuk aedes albopictus itu seperti demam, nyeri pada persendian, tulang, badan lemas bahkan menyebabkan kaki atau badan seperti terkena rematik dan mendadak tidak bisa digerakan.

Sementara untuk nyamuk aedes aegipty penyebab demam berdarah dengue itu menyebabkan demam, menimbulkan bercak atau bintik merah pada kulit hingga menimbulkan kebocoran pada plasma darah.

“Jadi jenis nyamuknya sama-sama aedes aegipty hanya berbeda spesimennya saja. Kalau dilihat dari gejala yang ada untuk di Parungsari penyebabnya dari nyamuk Aaedes albopictus,” ujarnya.

dr Westra Kharisma menambahkan, gejala pada penyakit Chikungunya biasanya akan terlihat setelah tiga hari adanya gigitan nyamuk kemudian terjadi demam dan nyeri persendian.

Meski tidak sampai menyebabkan kematian dan penyakit ini bisa sembuh dalam waktu yang relatif pendek. Akan tetapi jika nyeri tulang atau persendiannya sampai parah bisa menyebabkan kelumpuhan.

“Pada umumnya untuk kesembuhan bisa sampai satu minggu tapi ada juga yang sampai satu bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar yang kebetulan tinjauan ke lokasi, mengatakan, ditengah upaya pandemi semua pihak tidak boleh lengah akan datangnya penyakit lain seperti DBD dan Chikungunya.

Untuk mengantisipasi ini, selain nanti dilakukan fogging juga harus digalakan program bersih lingkungan dan pemberantasan sarung nyamuk atau PSN.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuknya saja tidak sampai jentik atau bibitnya. Untuk itu terpenting menjaga kebersihan dan tindakan PSN,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Loading...