Covid-19 Memicu Kerusakan Otak, Ini Penjelasannya dari Para Ahli!

Covid-19 Memicu Kerusakan Otak
Ilustrasi Covid-19 Memicu Kerusakan Otak. Foto Istimewa

Covid-19 memicu kerusakan otak bahkan juga dapat menyerang pada sistem saraf pusat. Ini seperti apa yang dilaporkan oleh ahli neurologi dari Inggris.

Covid-19 mampu menyebabkan kelumpuhan (stroke), kemudian juga dapat memicu psikose. Namun, hal ini dapat dikarenakan dengan kasus yang terlambat dalam penanganan.

Baca Juga: Ternyata Begini Virus Corona Covid-19 Membunuh Manusia

Covid-19 Memicu Kerusakan Otak

Berbagai macam bukti mengarah pada berbagai macam akibat dari virus Covid-19 ini. Tak hanya dapat menyerang saluran pernafasan saja, namun juga dapat mengakibatkan gangguan yang cukup serius pada sistem organ lain.

Seperti mampu menyerang jantung, saraf, pembuluh darah, kulit dan juga ginjal dengan akibat yang susah diprediksi.

“Kami harus menunggu terlebih dahulu virus datang dari Cina sebelum kami para ilmuwan Italia bisa memberitahu efek neurologis tersebut,” kata Pierre-Marie Liedo, seorang direktur dari Departeman Neoroscience Institut Pasteur, Paris.

Para ahli saraf dari Inggris pun memberitahukan ke publik tentang rincian serangan dari virus Corona ini dalam sebuah Jurnal Brain. Di dalam laporan jurnal tersebut , Covid-19 memicu kerusakan otak secara parah.

Gejala yang menyerang penderita tersebut dapat kembali menyerang pada penderita yang ringan atau yang sudah sembuh dari virus ini. Sementara itu, serangan dari virus pada otak ini sangat jarang diketahui, sehingga terjadi keterlambatan dalam penanganan.

Seperti dilansir dari web france24.com, para ilmuwan dari University College London (UCL), mendiagnosa lebih dari 40 pasien Covid-19 yang menderita ADEM atau Ensafolomielitis Demilelisi Akut. Penyakit yang menyerang penderita ini mampu merusak sistem pada otak secara degeneratif.

Sedangkan, penyerangan Covid-19 ini terjadi pada Myelin yang berfungsi untuk isolasi saraf otak dan juga tulang belakang. Komplikasi yang terjadi ini juga dapat mempengaruhi beberapa pasien dari penderita.

Penderita yang terinfeksi virus ini dapat dirasakan mulai dari enam hingga empat belas hari saat pertama muncul gejala Covid-19 memicu kerusakan otak ini. Gejala tersebut, biasanya ditandai dengan gejala umum seperti batuk kering atau juga demam.

Terjadi Kerusakan yang Beragam

Lebih dari 40 pasien yang diperiksa tersebut, terdapat 12 orang yang menderita peradangan pada sistem saraf otak. Kemudian terdapat 10 orang yang mengalami enselofati otak yang sementara dengan mengalami gejala psikose.

Lalu, ada 8 orang yang mengalami stroke serta sisanya menderita masalah di saraf periferal (disebut juga dengan Guillain Barre Syndrom). Syndrom ini adalah sebuah syndrom yang mampu menyerang saraf dan juga mengakibatkan kelumpuhan.

Bahkan syndrom ini dapat mengakibatkan kematian sekitar 5 persen. Seorang ahli dari Inggris melaporkan jika terdapat pasien wanita yang usianya 59 tahun meninggal disebabkan oleh komplikasi otak dan saraf.

Efek Kesehatan Jangka Panjang

Setelah adanya publikasi tersebut, maka sudah ditegaskan jika Covid-19 memicu kerusakan otak dan dapat mengakibatkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Banyak diantara pasien yang sudah dinyatakan sembuh sejak lama, namun masih mengalami keluhan kesulitan dalam bernafas dan juga kelelahan.

Bahkan, sebagian juga mengatakan jika mengalami mati rasa serta mengalami masalah dalam memori ingatan.

“Jika dilihat secara biologis, gejala yang terjadi seperti multiple sclerosis. Dimana gejala Covid-19 memicu kerusakan otak yang muncul semakin berat serta menyerang hanya dalam waktu sekali. Pada beberapa pasien, kerusakan yang terjadi pun sifatnya permanen. Sementara itu, beberapa pasien lain sembuh secara total,” kata Michael Zandi.

Para ahli neurologi Inggris juga mengkhawatirkan jika Covid-19 dapat meningkatkan kerusakan yang tak terdeteksi di otak pasien yang sudah sembuh.

Kemudian efeknya pun baru dapat terdeteksi beberapa tahun setelah itu. Akibat yang ditimbulkan dari Covid-19 ini juga terjadi pada flu Spanyol H1N1 di tahun 1918.

Spektrum dari penyakit otak yang diakibatkan dari virus Corona ini memiliki efek susulan yang belum terungkap secara keseluruhan.

Masalahnya, banyak dari pasien yang ada di rumah sakit terlalu parah dan kesulitan dalam menjalani tomografi dalam penelitian.

“Kami selalu mengingatkan dokter-dokter di penjuru dunia dalam kaitannya komplikasi serangan dari Covid-19 ini. Dokter dan juga perawat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli saraf. Karena pasien virus Corona ini mengalami gejala atau keluhan dalam memori ingatan. Kemudian juga mengeluhkan Covid-19 memicu kerusakan otak seperti kelelahan dan juga mati rasa,” imbuh Zandi.