Fenomena Tarian Gravitasi oleh Dua Exoplanet yang Jauh dari Bumi

Fenomena Tarian Gravitasi
Ilustrasi Fenomena Tarian Gravitasi. Foto Istimewa

Fenomena tarian gravitasi ditemukan oleh para astronom. Seperti yang dikutip pada Tech Times, tarian tersebut dilakukan oleh dua planet raksasa. Planet tersebut bergerak secara bersama-sama.

Mungkin hal yang lazim jika pergerakannya sesuai orbit. Atau memang bergerak melintasi orbitnya sendiri. Namun kedua planet ini memiliki gerakan yang aneh. Bahkan gerakannya terlihat begitu elegan.

Kedua planet ini juga melakukan interaksi satu sama lain dengan gravitasinya. Awalnya, fenomena ini diamati oleh astronom bagian WASP Konsorsium Internasional. WASP sendiri merupakan kepanjangan dari Wide Area Search Planet.

Fenomena Tarian Gravitasi Planet di Luar Angkasa

Planet yang menari memang menjadi fenomena unik. Untuk di galaksi Bimasakti sendiri planet-planet tetap mengorbit lintasannya sendiri. Namun berbeda halnya dengan planet luar tata surya.

Seperti yang ditemukan oleh astronom baru-baru ini. Dimana dua planet dengan identitas WASP-148B dan WASP-148C melakukan tarian. Kedua planet ini mengorbit bintang layaknya Matahari di rasi Hercules.

Dimana jaraknya mencapai sekitar 800 tahun cahaya. Jarak ini tentunya sangat jauh dari Bumi. Namun kedua planet ini tergolong raksasa dan berada di luar tata surya.

Fenomena tarian gravitasi ini sebenarnya dirasakan oleh kedua planet tersebut. Menurut para ilmuwan yang dilansir dari Tech Times, planet ini dapat merasakan gravitasi satu sama lain. Hal ini menyebabkan WASP-148B lebih cepat mengorbit.

Dua planet yang bergerak dengan sangat anggun ini dikatakan seperti menari. Hal ini dikarenakan tariannya berada di bawah sinar bulan. Para astronom yang mengamati fenomena ini langsung menyimpulkan seperti tarian.

Profesor Andrew Collier Cameron mengatakan bahwa ini adalah penemuan yang pertama. Terutama untuk penemuan dua planet yang memiliki keterkaitan sangat erat dan melakukan interaksi. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik.

Metode Penelitian Dua Planet Menari

Dengan adanya fenomena tarian gravitasi ini, penelitian mulai dilakukan. Ilmuwan dari The Open University dan Warwick University juga turut melakukan penelitian. Alat yang digunakan bukanlah teleskop ruang angkasa.

Meski pada umumnya memang menggunakan alat tersebut. Namun tim ilmuwan internasional menggunakan instrumen Bumi. Beragam instrumen telah dipasang di Observatory Roque de Los Muchachis di La Palma, Kepulauan Canary.

Instrumen ini nantinya digunakan untuk mengidentifikasi WASP-148B. Kemudian sistem bintang ini diamati melalui Observatoire de Haute Provence, Perancis. Instrumen yang digunakan dikenal dengan nama Sophie.

Dari pengamatan tersebut ditemukan ukuran dan massa planet WASP-148B. Para ilmuwan menyebutkan bahwa ukuran dan massanya hampir sama dengan Saturnus. Kemudian waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit yaitu 8,8 hari. Fenomena tarian gravitasi ini semakin jelas detailnya.

Begitupun dengan WASP-148C yang membutuhkan waktu orbit sekitar 34,5 hari. Massa yang dimiliki diperkirakan setengah dari massa Jupiter. Sehingga dapat dikatakan ukurannya lebih kecil dari Jupiter.

Dari penelitian ini, para ilmuwan mampu menemukan fakta lain. Seperti rasio periode orbital yang menunjukkan adanya kemiripan.

Kesetimbangan yang mirip menyiratkan adanya peningkatan interaksi gravitasi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dua exoplanet tersebut dapat berinteraksi sangat erat.

Fenomena Tarian Gravitasi, Pertunjukan Pertama dari Bumi

Para ilmuwan juga mengilustrasikan fenomena ini layaknya mendorong anak di ayunan. Adanya dorongan tersebut membuat kekuatan semakin bertambah. Sehingga nantinya akan menghasilkan variasi yang cukup besar. Hal ini terjadi pada waktu dan juga gerakan.

Pengamatan juga dilakukan menggunakan metode transit. Dimana interaksi antar planet tersebut mempengaruhi waktu transit menjadi berbeda. Sehingga terjadi percepatan atau perlambatan.

Fenomena tarian gravitasi ini menjadi yang pertama kali di luar angkasa. Penyimpangan kedua planet tersebut dapat diamati menggunakan teleskop Bumi. Analisis lainnya mengungkapkan bahwa WASP-148B dan WASP-148C memiliki orbit sama.

Hal ini juga hampir sama dengan planet lain di tata surya. Penelitian ini memberikan gambaran yang begitu detail mengenai kedua planet raksasa tersebut. Mengingat ada banyak fenomena yang saling berkaitan.

Profesor Carole Haswell menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan objek penelitian yang produktif. Sebab, temuan ini juga sangat unik dan terbaik. Apalagi dilakukan langsung oleh dua planet raksasa.

Fenomena tarian gravitasi ini telah diterbitkan dalam sebuah jurnal. Jadi, semua perihal fenomena ini sudah dirangkum dalam jurnal Astronomi & Astrophysics. (R10/HR-Online)