Fungsi Blok Silinder Mobil, Tidak Hanya Sebagai Naik Turunnya Piston

Fungsi Blok Silinder Mobil Tidak Hanya Sebagai Naik Turunnya Piston
Ilustrasi fungsi blok silinder mobil. Foto: istimewa

Fungsi blok silinder mobil cukup banyak. Ada beberapa fungsi yang dimanfaatkan oleh blok silinder sehingga komponen ini cukup penting.

Meski namanya memuat kata silinder, namun komponen yang satu ini tidak memiliki bentuk mirip silinder jika dilihat dari luar. Blok silinder pada mobil memiliki bentuk kotak dengan beberapa lekukan.

Jika dilihat lebih detail bagian dalamnya, komponen ini terdapat beberapa lubang mirip silinder. Oleh karena itu, komponen pada mobil ini dinamakan blok silinder.

Banyak orang yang tahu jika fungsi blok silinder mobil tersebut hanyalah tempat naik turunnya piston. Namun, jika di tengok lebih dalam, fungsi blok silinder masih cukup banyak.

Komponen ini biasanya terbuat dari bahan cast iron yang kuat dan tebal. Sesuai perkembangan dunia teknologi, blok silinder kini banyak terbuat dari bahan alumunium alloy.

Bentuk dan model blok silinder mobil akan berpengaruh pada konfigurasi mesin secara keseluruhan. Sebab, di bagian dalam blok silinder terdapat lubang-lubang silinder yang digunakan untuk naik turunnya piston.

Fungsi Blok Silinder Mobil

Blok silinder adalah salah satu komponen utama pada mesin mobil. Komponen ini merupakan komponen mendasar yang memiliki bentuk berbeda-beda pada setiap jenis mobil.

Bentuk blok silinder tergantung pada jumlah silinder, susunan silinder, hingga beberapa faktor yang lainnya. Blok silinder saat ini banyak terbuat dari alumunium alloy sehingga memiliki beberapa kelebihan.

Selain bebannya yang ringan, bahan ini juga mampu meradiasikan panas lebih baik. Selain silinder, yang ada dalam komponen blok silinder yaitu water jacket.

Komponen ini berfungsi sebagai saluran pendingin mesin. Jika dilihat lebih dalam, fungsi blok silinder mobil tidak hanya satu saja. Namun, ada beberapa fungsi blok silinder lainnya yang diantaranya:

1. Sebagai Tempat Naik Turun Piston

Fungsi yang pertama yaitu sebagai tempat naik turunnya piston yang menyesuaikan bentuknya yang seperti tabung. Kinerja piston yang bergerak naik turun mengharuskan bentuk silinder harus klop dengan bentuk piston.

Baca Juga : Konfigurasi Mesin Mobil Hadir dengan Berbagai Jenis yang Berbeda

Pada bagian lubang silinder dibuat licin agar membuat pergerakan piston lebih ringan. Jika keadaan permukaan silinder kasar, maka berakibat piston merasa berat dan kinerja mesin akan terhambat.

Jika dilihat lebih dekat, pada lubang silinder nampak perbedaan warna. Hal ini disebabkan karena silinder ditanamkan ke dalam bloknya. Biasanya silinder terbuat dari bahan alumunium dan besi.

2. Tempat untuk Mengarahkan Energi Pembakar

Fungsi blok silinder mobil berikutnya yaitu sebagai tempat mengarahkan pembakaran. Proses pembakaran di dalam mesin tersebut mirip seperti ledakan gas yang menghasilkan energi ekspetasi.

Energi ekspetasi atau daya dorong yang dihasilkan kemudian diarahkan untuk menggerakkan piston. Saat pembakaran terjadi, piston akan terdorong ke bawah.

Sedangkan berkat adanya mekanisme engkol, membuat energi pembakar dapat langsung membalikkan piston untuk segera bergerak ke atas. Daya ekspetasi pada mesin tidaklah kecil sehingga blok silinder harus terbuat dari material yang solid.

3. Tempat Mekanisme Engkol Berlangsung

Selain beberapa fungsi blok silinder mobil di atas, juga sebagai tempat poros engkol mengembalikan energi. Mekanisme yang terjadi seperti engkol sepeda jika didorong pedal ke bawah, maka selanjutnya pedal akan terdorong ke atas.

Jika dirangkai, justru seperti energi putar. Mekanisme engkol ini terdiri dari engkol dan connecting rod. Keduanya terletak pada blok silinder.

Baca Juga : Cara Pasang APAR di Mobil, Lakukan dengan Memilih Jenis yang Sesuai

4. Sebagai Main Frame Engine

Main frame pada blok silinder mobil digunakan sebagai tempat meletakkannya sebagian komponen mesin. Lekukan yang ada pada blok silinder menyesuaikan komponen lain yang dipasangkan.

Komponen tersebut diantaranya kepala silinder, dinamo starter, pompa air, dan dinamo alternator. Selain itu, oil pan dan filter oli juga termasuk di dalamnya.

5. Tempat ID Engine

Blok silinder juga sebagai frame mesin sehingga nomor ID mesin diletakkan pada blok silinder. Alasannya, komponen yang satu ini jarang diganti, bahkan jika terjadi kerusakan blok silinder bisa dibubut ulang.

Sehingga ID mesin akan tetap sama meski mesin mengalami banyak perbaikan. Blok silinder juga dilengkapi water jacket dan oil feed. Keduanya berfungsi saluran sirkulasi pendingin dan oli mesin.

Beberapa fungsi blok silinder mobil tidak sama. Beberapa diantaranya saling berkisenambungan. Namun, yang paling banyak dikenal yaitu sebagai tempat naik turunnya piston. (R10/HR-Online)