Gejala Corona Happy Hypoxia, Kondisi Penurunan Kadar Oksigen Tubuh

Gejala Corona Happy Hypoxia
Ilustrasi Gejala Corona Happy Hypoxia. Foto : Istimewa

Gejala Corona Happy Hypoxia ditemukan oleh para dokter. Tanda yang paling identik dari Corona adalah demam tinggi. Akibatnya akan terjadi gangguan pernafasan pada pasien yang menyebabkan kematian.

Batuk kering, sakit tenggorokan, hingga sesak nafas merupakan gejala lain yang ditimbulkan. Namun Happy Hypoxia menjadi salah satu gejala baru yang sangat mengejutkan.

Menurut Dr. sreenivas Kumar dari RS. Apollo, Hyderabad menyebutkan bahwa gejala ini sukar dipahami. Artinya banyak dokter yang tidak menyadari hal ini selama masa pengobatan.

Sebab, pasien yang positif Corona hanya menunjukkan gejala yang lazim. Sehingga tidak terjadi perubahan yang cukup signifikan terkait dengan gejala Happy Hypoxia.

Mengenal Gejala Corona Happy Hypoxia dan Tanda-Tandanya

Dilansir dari Times Now News, Happy Hypoxia merupakan kondisi tubuh yang tidak bisa menerima pasokan oksigen. Hal ini membuat kadar oksigen yang ada di dalam tubuh begitu rendah. Akibat dari Happy Hypoxia adalah kematian.

Mulanya seseorang akan mengalami sesak, kemudian tidak sadarkan diri. Hal ini sama seperti pada umumnya ketika pingsan.

Namun gejala ini dapat berujung pada kematian. Ada beberapa orang yang menyebutnya Happy Hypoxia, ada pula yang lain yaitu Silent Hypoxia.

Gejala Corona Happy Hypoxia memunculkan banyak pertanyaan. Mulanya gejala ini ditemukan dalam sebuah studi penelitian.

Dimana para pasien akan mengalami penurunan tingkat konsentrasi oksigen. Penurunannya ini mencapai dibawah 60 persen.

Meskipun begitu, pasien yang positif Covid-19 tidak mengalami gejala apapun. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para dokter tidak menyadari adanya Happy Hypoxia.

Secara tiba-tiba dan mendadak para pasien akan jatuh, bahkan pingsan. Jika dibiarkan, maka akan menimbulkan bahaya yang lebih fatal bagi pasien.

Gejala ini nantinya bisa menjadi gejala akut yang berakibat komplikasi. Salah satunya adalah masalah yang terjadi pada organ jantung.

Mulanya masalah jantung akibat virus Corona hanya terjadi pada orang tua. Kemudian terjadi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Namun dengan gejala Happy Hypoxia, masalah jantung juga bisa menyerang mereka yang masih berusia muda. Gejala Corona Happy Hypoxia sendiri juga memunculkan tanda-tanda. Diantaranya adalah batuk dan sesak nafas yang disebabkan oleh gangguan pernafasan.

Happy Hypoxia Mempengaruhi Sistem Pernafasan

Happy Hypoxia sendiri nantinya menyerang paru-paru pasien yang positif Corona. Hal inilah yang menyebabkan adanya sesak nafas dan juga batuk.

Sebenarnya gejala batuk dan sesak nafas merupakan tanda utama dari orang yang terinfeksi Corona. Meskipun begitu, gejala ini juga termasuk dari adanya Hipoksia pada pasien yang harus diwaspadai.

Tanda selanjutnya adalah kebingungan dan berkeringat. Kondisi bingung tidak hanya terjadi pada pasien usia lanjut, tetapi juga menyerang pasien yang masih muda akibat Happy Hypoxia.

Tidak hanya kondisi yang bingung saja, tetapi juga adanya keringat berlebihan. Kemudian tanda yang selanjutnya adalah perubahan warna kulit pada pasien.

Gejala Corona Happy Hypoxia yang Tidak Biasa

Gejala yang tidak biasa ini membuat para dokter harus melakukan penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah gejala ini dapat diatasi atau tidak.

Para peneliti juga menganalisa bagaimana gejala Happy Hypoxia dapat menyerang paru-paru. Begitupun dengan kelanjutan perawatan para pasien yang menunjukkan gejala ini.

Dr. Mike Charleswort yang merupakan ahli anestesi RS. Wythenshawe juga mengungkapkan perihal gejala ini. Ia mengatakan bahwa kondisi paru-paru yang sebelumnya sudah bermasalah dapat menimbulkan resiko lebih besar. Bahkan gejala Corona Happy Hypoxia juga akan lebih parah.

Pasien akan menunjukkan tanda-tanda seperti diatas dan akan tampak sangat sakit. Dr. Charlesworth sendiri pernah mengalami gejala Happy Hypoxia.

Diperkirakan bulan Maret lalu ketika ia terpapar virus Corona. Dr. Charlesworth merasa tubuhnya tidak enak badan, kemudian merasa demam.

Bahkan ia juga terbaring di tempat tidur selama 2 hari. Pada saat-saat inilah tanda-tanda dari Happy Hypoxia muncul. Kemungkinan besar seseorang akan merasa bingung dan khawatir dengan keadaan saat itu. Apalagi ditambah dengan kondisi yang sedang demam tinggi.

Gejala Corona Happy Hypoxia ini kemungkinan terjadi pada pasien di seluruh dunia. Sehingga para dokter dan tenaga medis lainnya harus lebih waspada. Gejala lainnya bisa saja muncul dan tidak menimbulkan tanda apapun. (R10/HR-Online)