Ikan di Bandar Banjarsari Ciamis Jadi Rebutan, 1 Jam Ludes Terjual

Bandar Banjarsari Ciamis
Bandar ikan di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis dikerubungi pembeli yang mengantri sejak pagi. Foto: Entang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penjualan ikan tengah jadi primadona di Bandar ikan di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Puluhan pembeli terpaksa antri dari pagi untuk mendapatkan ikan. Umumnya pembeli yang antri tersebut adalah para pedagang ikan. Ikan yang dibelinya di bandar tersebut akan dijual kembali di lapaknya masing-masing.

Yudi, salah seorang Bandar ikan di Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengatakan, sejak pagi puluhan pembeli dari berbagai daerah sudah berkumpul untuk membeli ikan. Bukan hanya dari Banjarsari saja, namun juga dari Pangandaran.

“Ikan-ikan saat ini asalnya dari Bandung, sudah banyak yang antri dari pagi, dalam 1 jam saja sudah langsung ludes,” kata Yudi, Jum’at (3/7/2020).

Menurut Yudi, ikan mujaer salah satu ikan yang banyak diburu para pedagang. “Biasanya dikirim kurang lebih 5 kuintal. Itu dalam beberapa jam saja sudah langsung habis dibeli para pedagang, karena memang pada rebutan,” jelas Yudi.

Yudi mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, kiriman ikan mujaer maupun ikan mas dari Bandung jumlahnya sangat terbatas.

“Setiap kali datang pasti langsung ludes, para pedagang sudah antri sejak pagi,” katanya.

Sementara Yanto salah seorang pedagang ikan asal Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, mengaku setiap hari membeli ikan dari Bandar Banjarsari Ciamis tersebut.

“Hari ini ikan mujaer cuma kebagian 20 kilo, ini untuk dijual lagi di Mangunjaya. Tapi hanya kebagian 20 kilo, tadi saja rebutan. Baru datang udah rebutan, banyak yang belinya dan sudah menungu sejak pagi,” katanya.

Yanto mengatakan, selain ikan mujaer, untuk ikan lainnya seperti ikan mas, juga jadi rebutan para pembeli.

“Ikan mas tadi nggak kebagian, pembeli tadi benar-benar rebutan, ikan yang datang kiriman dari Bandung juga sangat terbatasa sejak Covid-19,” lanjutnya.

Saking rebutannya, lanjut Yanto, kalau dirinya lengah sedikit saja, maka sudah pasti tidak kebagian ikan.

“Kalau kitanya santai, otomatis tidak akan kebagian ikan, untuk itu kami dari Pangandaran pun ikut nongkrong pagi-pagi seperti para pedagang lainnya,” tutup Yanto. (Entang/R7/HR-Online)

Loading...