Irigasi Tak Berfungsi, Warga Banjar Minta Pemkot Turun Tangan

Irigasi Tak Berfungsi, Warga Banjar Minta Pemkot Turun Tangan
Saluran irigasi untuk mengaliri sawah dari Rawa Onom sampai ke Randegan saat ini tidak berfungsi.Foto:Aji/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Saluran irigasi untuk mengaliri sawah dari Rawa Onom sampai ke Randegan saat ini tidak berfungsi. Irigasi tersebut tak teraliri air, sehingga malah kering dan ditumbuhi rerumputan.

Ketua RT 38 RW 18 Jl. Pulo Majeti Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Emed Setiawan mengakui, jika saluran irigasi tersebut sudah lama tidak berfungsi.

“Kondisinya begini, karena tak ada air, irigasi jadi kering dan ditumbuhi rerumputan,” ujar Emed, Rabu (8/7/2020).

Kata dia, irigasi ini dulunya bisa mengairi sawah Rawa Onom sampai ke Randegan. Namun, sejak tahun 2012, irigasi tidak berfungsi sehingga membuat hektaran sawah kering karena tak teraliri air.

“Selama ini petani hanya mengandalkan air hujan, agar sawah bisa tetap ditanami padi,” katanya.

Pihaknya sudah berupaya melaporkan kondisi ini ke berbagai pihak, dari mulai Camat sampai pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Mereka bilang akan memperbaikinya dan melakukan normalisasi. Setelah dilakukan normalisasi, tetap saja airnya tidak datang, dan sampai sekarang irigasi belum teraliri air. Saya juga sudah bingung harus bagaimana lagi caranya agar irigasi ini bisa terairi,” katanya.

Lebih lanjut Emed mengatakan, sawah ini dulunya adalah sawah irigasi teknis. Namun karena kondisinya seperti ini, sawah di lokasi tersebut menjadi sawah tadah hujan.

“Apabila tiga hari saja tidak hujan, sawah akan kering. Tanaman pun akan jelek, hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Pihaknya juga pernah mengajukan pembangunan bendungan ke salah satu anggota DPRD Kota, dan terealisasi. Hanya saja, bendungan tersebut hanya dibangun di sebelah utara saja, sehingga yang teraliri air hanya di sebelah utara.

“Untuk sebelah selatan dan sebelah barat tidak terairi, bahkan ada yang tidak bisa di untuk ditanami padi,” ucap Emed.

Emed berharap irigasi ini bisa berfungsi kembali seperti dulu, agar bisa mengairi pesawahan agar petani tidak kesulitan untuk menanami padi.

“Saya minta kepada pemkot Banjar untuk memperbaikinya, sehingga irigasi ini bisa normal kembali,” pungkasnya. (Aji/R8/HR Online)

Loading...