Jamur Cordyceps Antivirus Corona, Berkhasiat dan Tanpa Efek Samping

Jamur Cordyceps Antivirus Corona, Berkhasiat dan Tanpa Efek Samping
Jamur Cordyceps Antivirus Corona. Foto Istimewa

Jamur cordyceps antivirus Corona merupakan tanaman herbal yang ditemukan setelah tanaman eucaliptus. Tanaman ini dipercaya ampuh dalam melawan virus yang menyerang tubuh.

Karena, jamur ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, anti oksidan, dan juga anti inflamasi secara alami. Jamur cordyceps juga disebut juga dengan Cordyceps Militaris yang secara alamiah ditemukan di pegunungan Tibet.

Meskipun masih diperlukan berbagai macam penelitian lebih lanjut, namun jamur ini dipercaya berpotensi dalam mencegah virus, termasuk virus Corona.

Jamur Cordyceps Antivirus Corona

Jamur yang dapat meningkatkan imunitas ini sedang dalam penelitian oleh para ahli dalam perannya mencegah virus Corona.

Menurut guru besar fakultas MIPA dan juga merupakan ahli Biomolekular Universitas Brawijaya, Kota Malang, yakni Profesor Widodo PhD Medsc, menyampaikan tentang hal tersebut.

Baca juga: Jamur Enoki Berbahaya Bagi Kesehatan dan Sebabkan Listeriosis, Ini Faktanya!

Bahkan, dia juga menambahkan jika setelah ditemukan di pegunungan Tibet, jamur cordyceps telah menyebar ke Korea dan juga China. Menurutnya, jamur ini bersifat endofit, yaitu jamur yang masih memanfaatkan serangga dalam melakukan perkembangbiakan.

Namun, dengan penggunaan teknologi yang canggih, jamur cordyceps dapat dikembangkan dengan teknik kultur jaringan.

Kandungan Jamur Cordyceps

Cordiceps Militaris ini sudah sangat lama digunakan dalam pengobatan kawasan Asia Timur seperti China. Kemudian, jamur ini juga sebagai bahan utama dalam pembuatan obat di negara tersebut. Dikarenakan jika cordyceps sangat mampu mengobati penyakit dan juga berperan sebagai tonik.

Kandungan senyawa yang aktif dalam jamur cordyceps antivirus Corona ini berkhasiat terhadap kesehatan tubuh secara sistematik.

Senyawa-senyawa tersebut adalah cordycepin yang memiliki sifat anti inflamasi dan juga anti virus, adenosisne yang memiliki kegunaan dalam antivirus.

Baca juga: Vaksin Imunisasi MMR Mampu Cegah Komplikasi Parah Covid-19

Kemudian juga mengandung senyawa polisakarida berfungsi dalam peningkatan imunitas tubuh atau juga dapat dikatakan jika bersifat imunomodulator.

Selain dapat meningkatkan imun tubuh, senyawa tersebut juga dapat berfungsi sebagai anti oksidan, anti aging, dan anti tumor.

Jamur cordyceps antivirus Corona juga mengandung asam amino dan juga asam lemak yang baik dalam pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh.

Khasiat dari adenosine dan juga cordysepin yang mudah diserap oleh tubuh ini yang berpotensi dapat mempercepat fungsi lainnya dari senyawa-senyawa tersebut.

Sehingga, saat dilakukan penyuntikan dalam tubuh, cordyceps akan bereaksi yang cepat (hanya dalam beberapa menit) akibat kandungan senyawa aktif tersebut yang mudah diserap.

Kemudian, kandungannya dapat langsung mengalir di dalam peredaran darah. Namun, efek yang berbeda dengan konsumsi jamur cordyceps antivirus Corona dengan cara oral, yakni dibutuhkan waktu beberapa jam baru akan memperoleh efeknya.

Cara Kerja Cordyceps dalam Pencegahan Corona

Struktur unik yang dimiliki (mirip dengan senyawa anti virus di pasaran atau nucleus analog) dapat menghambat replika virus yang dapat dilakukan secara langsung. Jamur cordyceps ini juga memiliki sifat yang multifungsi, yakni dapat mencegah sekaligus mengobati Covid-19.

Kemudian, pencegahan dari adanya badai sitokin juga dirasa penting dalam pencegahan virus ini. Cara kerja dari jamur cordyceps ini terhadap virus yang menyerang yakni dengan memakai zat atau senyawa anti inflamasi yang dikandung.

Dengan pemberian cordyceps ini pada hewan ataupun manusia, dapat mencegah peningkatan sitokin pro inflamasi. Sehingga, badai sitokin akan terhambat dan menghasilkan immunomodulasi dan juga anti aging. Jamur cordyceps antivirus Corona sangat penting dalam peningkatan imunitas tubuh.

Bagaimana Cara Memperoleh Cordyceps Antivirus Corona?

Banyak yang sudah mengembangkan kemampuan jamur ini. Mereka memakai teknologi kultur jaringan sehingga didapatkan jamur cordyceps yang dapat dipanen dalam 2 bulan sekali.

Kandungan senyawa aktifnya stabil dan terjamin higienitasnya. Bahkan, juga terhindar dari kontaminasi logam serta memiliki harga yang murah.

Di pasaran juga sudah hadir dalam bentuk ekstrak. Sehingga, jika anda ingin memperoleh jamur cordyceps, tak perlu menunggu musim panen.

Anda dapat membawa pulang dengan pembelian harga sekitar Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu. Cordyceps bentuk ekstrak ini dapat dikonsumsi oleh anda yang berusia 12 tahun ke atas. Dosis yang dianjurkan yakni 2 x 24 jam.

Namun, jika anda mempunyai penyakit bawaan, maka dapat konsultasi dahulu dengan dokter. Penting untuk diketahui jika jamur cordyceps antivirus Corona tidak memiliki efek samping dan aman dikonsumsi. (R10/HR-Online)

Loading...