Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi di Kota Banjar Lesu

penjual sapi Jelang Idul Adha di kota banjar
H. Markum (74), pedagang sapi dan kambing yang biasanya moment jelang Idul Adha selalu ramai pembeli, namun kali ini sangat sepi. Foto : Aisyah/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jelang Idul Adha tahun 2020 ini, sejumlah pedagang sapi di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengaku penjualan sapi lebih sepi dari tahun sebelumnya.

Seperti yang dialami oleh M. Hamami (67), pedagang sapi di Dusun Purwodadi, 10/6, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Hamami mengungkapkan, bahwa biasanya setiap jelang Idul Adha, sapi miliknya selalu habis terjual. “Tetapi, entah mengapa sekarang tak kunjung ada yang membelinya,” ungkapnya kepada HR Online, Sabtu (4/7/2020).

Hal senada diungkapkan oleh H. Markum (74), pedagang sapi dan kambing yang biasanya moment jelang Idul Adha selalu ramai pembeli. Tetapi, kali ini satu ekor kambing miliknya pun belum ada yang terjual. 

“Baru sekarang saya mengalami sepi pembeli, bahkan hampir tidak ada,” ucapnya.

Markum mengatakan, ia telah berdagang sapi sejak 63 tahun lalu. Kini, dia memiliki 5 karyawan pencari rumput.

Tetapi, karena saat ini jelang Idul Adha sepi pembeli, maka dia mendapat kerugian selama satu tahun ini hingga Rp 600 juta. 

“Bayangkan saja, setiap satu orang pencari rumput satu hari dibayar 80 ribu. Belum makannya dan biaya lainnya. Jika dikalikan berapa bulan, sudah terbayang nominalnya,” ungkap Markum.

Disamping itu, Ia merasa sangat bingung karena lahan mencari rumput untuk puluhan sapi dan kambing miliknya kini tidak ada lagi.

“Biasanya cari rumput di tanggul-tanggul. Tetapi sekarang tidak ada, rumputnya sudah dibabad sama pemerintah,” katanya kepada HR Online, saat diwawancarai di kandang sapi miliknya, di Dusun Sukahurip, RT 1/3, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. 

Ia mengaku, dua tahun ini entah penjualan sapi selalu sepi. Ditambah dengan adanya pandemi Corona ini menjadi semakin sepi. Apalagi tahun ini, sapi miliknya mati 6 ekor. Ia merasa terpukul atas kejadian itu. 

Untuk itu,Markum berharap pemerintah tidak mengimpor sapi dari luar negeri. Karena menurutnya, stok sapi dalam negeri masih mencukupi.

“Dengan adanya impor membuat pedagang sapi menjadi semakin tidak ada pembeli,” pungkasnya. (Aisyah/R5/HR-Online)

Loading...