Juru Parkir di Ciamis, Memilah Sampah Jadi Usaha Sampingan yang Menjanjikan

Juru Parkir di Ciamis, Memilah Sampah Jadi Usaha Sampingan yang Menjanjikan
Saryo, warga Dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, saat memilah sampah, Senin (06/07/2020). Foto:Eli/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Memilah sampah sekarang bukan lagi hal yang kotor. Dibalik itu, sampah juga bisa menjadi ladang penghasilan untuk perekonomian keluarga. Mengelola sampah juga menjanjikan jika dilakukan dengan tekun tanpa harus takut tidak mendapatkan uang.

Saryo, warga Dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, ketika ditemui HR Senin (06/07/2020), mengatakan, kegiatan memilah sampah sudah digelutinya selama lebih lima bulan. Dan hasilnya cukup lumayan, sampah yang dipilah ternyata bisa mendapatkan uang.

“Sebetulnya kesibukan sehari-hari saya adalah juru parkir di bilangan Kota Ciamis. Namun memilah sampah ini dilakukan sebagai sampingan ketika libur narik uang parkir,” ungkapnya.

Menurut Saryo, karena tugas menjadi juru parkir hanya tiga hari dalam seminggu, maka ia mencari penghasilan lain guna menutupi kebutuhan ekonomi keluarga. Dan salah satunya memilah sampai yang dibelinya setiap sebulan sekali.

Biasanya, kata Saryo, untuk memilah sampah, maka harus membeli dulu sampah. Setelah itu baru bisa dipilah. Sampah tersebut, nantinya dijual kembali. Dan disitulah nantinya ia mendapatkan uang.

“Sebulan sekali saya membeli dua ton sampah yang sudah dalam karung. Dengan harga Rp. 1,9 juta. Dan setelah itu baru saya pilah semua sampah tersebut. Kebanyakan isi sampah yang saya beli berupa plastik dari paralon dan sebagian besi,” katanya.

Memilah Sampah Tidak Mudah

Saryo menuturkan, memilah sampah memang tidak mudah. Sebab sampah harus dipotong kecil-kecil. Pemisahannya harus teliti, sebab banyak sampah plastik yang bersatu dengan besi, seperti pada kran air.

“Maka untuk memisahkannya, harus dihancurkan dengan palu atau dipotong dengan golok,” katanya.

Untuk penghasilan, kata Saryo, jika sudah selesai dipilah baru ia mendapatkan hasil. Dan kalau pemilahan yang dilakukan bagus, maka hasilnya bisa lebih dari modal awal. Dan ketika dijual kembali harganya sampai Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.

“Kalau dihitung perbulan memang sedikit. Akan tetapi bagi saya cukup besar. Sebab harga sampah plastik dan juga besi lain harga. Untuk bulanan, dari sampah plastik dan untuk sehari-hari mendapatkan untung dari menjual sampah besi dari hasil pemisahan tadi,” jelasnya.

Saryo menambahakn, pekerjaan memilah sampah juga bisa dibilang untung-untungan. Sebab ia tidak tahu sampah yang dibelinya sebanyak dua ton itu isinya seperti apa. Karena banyak juga sampah yang tidak masuk untuk dijual, seperti banyak kayu dan busa bekas rol cat.

“Sampah ini terpaksa harus dibakar agar tidak menumpuk,” katanya. (es/Koran HR)

Loading...