Kabar Eucalyptus Obat Corona Ternyata Belum Terbukti Secara Klinis

Kabar Eucalyptus Obat Corona Ternyata Belum Terbukti Secara Klinis
Kabar Eucalyptus bisa jadi obat corona ternyata belum terbukti secara klinis. Foto:Ist/Net

Informasi atau kabar tentang eucalyptus obat Corona saat ini sedang ramai menjadi perbincangan publik karena dianggap mampu membunuh virus Corona. Namun klaim itu tidak sepenuhnya benar karena ternyata belum terbukti secara klinis.

“Eucalyptus menghasilkan minyak atsiri eucalyptus yang mengandung zat aktif dan berpotensi sebagai antivirus. Namun karena belum ada uji klinis sehingga tidak bisa diklaim bisa membunuh virus corona penyebab Covid-19,” kata Rini Pujiarti PhD.

Peneliti dari Fakultas Kehutanan UGM ini menilai klaim bahwa Eucalyptus mampu membunuh virus Corona tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Perlu adanya penelitian untuk menguji secara klinis khasiat eucalyptus obat Corona.

Baca Juga: Riset Terbaru Obat Corona Remdesivir Mampu Persingkat Waktu Penyembuhan Covid-19

Viralnya Kabar Eucalyptus Obat Corona

Eucalyptus atau eukaliptus memang sudah lama dikenal masyarakat kita sebagai herbal tanaman berkhasiat obat. Namun jenis pohon ini diketahui berasal dari Australia.

Tak kurang dari 700 spesies tanaman hutan ini yang telah diketahui. Selain di pulau kanguru, seperti dikutip dari Wikipedia, sebagian jenis pohon ini bisa ditemukan di Papua Nugini, Indonesia, hingga ke Filipina.

Daun eucalyptus menghasilkan minyak esensial yang diketahui mengandung senyawa disinfektan alami yang kemudian diklaim eucalyptus obat Corona. Namun sifat disinfektan ini bahkan bisa menjadi racun jika masuk tubuh dalam jumlah berlebihan.

Eucalyptus juga dikenal menghasilkan minyak kayu putih yang telah menjadi produk komersial. Tak sedikit orang yang percaya bahwa sifat antivirus minyak esensial eucalyptus juga bisa untuk membunuh virus corona.

Namun penelitian terhadap eucalyptus obat Corona, menurut Rini Pujiarti, yang dilakukan selama ini masih terbatas pada penelitian di laboratorium. Baik dengan penelitian in vitro maupun penelitian molecular docking atau simulasi komputer.

Riset molecular docking merupakan penelitian dengan membuat simulasi komputer dimana molekul zat aktif pada eucalyptus disamakan dengan molekul protein virus Corona.

Penelitian in vitro juga dilakukan dengan virus biasa dan bukan dengan virus aslinya, seperti virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Karena belum ada bukti uji klinis yang valid klaim eucalyptus obat Corona tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Manfaat Eucalyptus untuk Obat Corona yang Sedang Viral, Efektifkah Atasi Covid-19?

Potensi Eucalyptus Obat Corona

Meski begitu peneliti UGM ini menilai bahwa eucalyptus memang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obat Covid-19. Minyak atsiri eucalyptus diketahui mengandung zat aktif 1,8-cineole atau eucalyptol yang mempunyai bioaktivitas sebagai antivirus.

Penggunaan bahan herbal alami untuk obat Covid-19, menurut ahli bioaktivitas minyak atsiri ini dinilai sebagai terobosan yang patut disambut gembira. Apalagi daun tanaman ini belum optimal dimanfaatkan sebagai minyak atsiri.

“Tidak tertutup kemungkinan efektivitas eucalyptus obat Corona terjadi karena adanya sinergi efek dari sejumlah senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri ini,” ujarnya seperti dikutip dari laman UGM.

Umumnya masyarakat menganggap eucalyptus dan kayu putih merupakan tanaman yang sama. Padahal, kata dia, tanaman ini berlainan meskipun keduanya masih satu family.

Minyak kayu putih yang banyak beredar di Indonesia, menurut Rini, diperoleh sebagai hasil proses distilasi daun Melaleuca spp. Sedangkan minyak eucalyptus dihasilkan dari distilasi daun Eucalyptus spp.

Potensi eucalyptus obat Corona juga karena ekstrak daun eucalyptus telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Baik untuk mengatasi flu, asma, sebagai aromaterapi meredakan stres, dan mengatasi gangguan pernafasan lainnya.

Selain itu, menurut ahli teknologi pengolahan ekstraktif ini, ekstrak eucalyptus juga berkhasiat untuk meredakan nyeri tubuh, mengatasi flak gigi, gusi berdarah, anti nyamuk, dan mengobati gigitan serangga.

“Beberapa penelitian terhadap minyak atsiri eucalyptus yang sudah saya lakukan memperlihatkan bahwa eucalyptus memiliki bioakivitas yang bersifat anti rayap, anti jamur, dan anti serangga,” kata Rini.

Tak sedikit juga penelitian lain yang memperlihatkan khasiat minyak atsiri eucalyptus yang bersifat antivirus, antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, meredakan batuk, melegakan pernafasan, hingga meredakan nyeri sendi.

Dengan beragam kandungan zat aktif itulah yang membuat herbal ini sangat potensial untuk obat Covid-19. Penelitian lebih jauh dengan uji klinis terhadap eucalyptus obat Corona akan bisa membuktikan klaim tersebut. (R11/HR Online)