Kalung Antivirus Corona Mulai Diproduksi Massal Bulan Agustus 2020

Kalung Antivirus Corona Mulai Diproduksi Massal Bulan Agustus 2020
Ilustrasi Kalung Antivirus Corona. Foto Istimewa

Kalung antivirus Corona akan diproduksi bulan Agustus 2020 mendatang. Kalung yang disinyalir dapat menangkal virus Corona ini dibuat berdasarkan tanaman atsiri atau tanaman eucaliptus.

Pengemasan produk antivirus ini akan diproduksi secara massal oleh Kementerian Pertanian. Saat ini memang belum ditemukan adanya vaksin yang dapat menangkal Corona global.

Namun Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengklaim jika kalung produksi mereka ini akan mampu membunuh virus. Virus ini sudah menyerang penduduk sebanyak 10,9 juta setiap harinya ini di seluruh dunia.

Kalung Antivirus Corona Mulai Diproduksi Massal

Syarul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian mengatakan jika pihaknya sudah meramu produk antivirus yang memakai bahan baku yang berasal dari Tanah Air. Bahan baku tersebut adalah tanaman minyak kayu putih atau eucaliptus.

Sementara, pohon tanaman ini banyak sekali ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Kalung yang akan diproduksi ini sebelumnya sudah melalui tahan riset dari BPPP (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua Bisa Dihindari, Ini Hasil Risetnya!

Menurut mereka (Kementerian RI), antivirus ini dihasilkan balitbang, eucalyptus, yakni pohon kayu putih. Sebanyak 700 jenis dan berhasil lolos hanya satu jenis dalam mematikan virus Corona.

Sehingga, mereka meyakini jika jenis tanaman tersebut akan dapat mematikan Corona dan langsung diproduksi bulan depan. Tak hanya selesai di penelitian tersebut saja, namun hasil penelitian langsung dilakukan uji coba dan nyatanya berhasil.

Percobaan kalung antivirus Corona ini dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasil dari uji coba tersebut seperti uji coba dalam kontak 15 menit dapat mematikan virus 42 persen.

Jika kontak dilakukan selama 30 menit, maka virus yang terbunuh akan mencapai 80 menit. Dapat diibaratkan jika seperti terkena pisau, maka dengan menambahkan antivirus ini akan membuat luka tertutup.

Penelitian Awal Eucalyptus

Fajri Jufri, yakni Kepala Balitbang Kementerian Pertanian mengatakan jika penelitian dilakukan karena mengidentifikasi dari beberapa tanaman herbal. Tanaman tersebut seperti jahe, temulawak, jambu biji, dan minyak atsiri.

Lalu setelah melakukan uji efektivitas bahan aktif dalam tumbuhan herbal tersebut, kemudian hasilnya dibawa ke laboratorium untuk diteliti. Sehingga, penemuan ini diklaim sebagai produk untuk imunitas atau kekebalan tubuh yang mampu menangkal serangan virus Corona.

Dengan adanya uji coba pembuatan kalung antivirus Corona yang telah berhasil sangat baik ini, Kementan masih menunggu dalam proses distribusinya.

Baca juga: Uji Klinis Obat Klorokuin untuk Covid-19 Dihentikan, Ini Sebabnya!

Saat mengetahui jika tanaman herbal eucalyptus ini dapat menangkal virus, maka dapat dilihat jika tanaman ini sangat bermanfaat.

Sementara itu, Kementerian Pertanian terlihat membagikan kalung tersebut ke jajaran eselon 1 ke Kementerian PUPR.

Diketahui jika bentuk kalung tersebut terdapat lubang yang saat dipakai akan langsung mengeluarkan aroma eucaplyptus yang sangat kuat. Roll on yang dioleskan di masker juga mampu mengeluarkan aroma yang sama kuatnya.

Lima Jenis Produk Antivirus dari Kementan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia pun segera mematenkan produk penangkal virus ini. Produk tersebut hadir dalam lima jenis, yaitu inhaler, roll on, balsam, aroma terapi tetes, dan kalung antivirus.

Sedangkan tiga diantaranya sudah dipatenkan termasuk juga aroma kalung antivirus Corona tersebut.

Kandungan dan Manfaat Eucaplyptus

Sebagai tanaman yang diklaim ampuh dalam menangkal virus Corona, tentu saja eucalyptus memiliki banyak manfaat yang terkandung di dalam bahan aktifnya. Dalam minyak kayu putih tersebut, terkandung 1,8 sineol yang juga disebut dengan eucalyptol.

Senyawa ini berkhasiat dalam menghambat replika virus Corona dan juga influenza. Kemudian eucalyptol tersebut juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur, dan juga anti virus.

Tanaman eucalyptus yang sudah dijadikan kalung antivirus Corona dan yang sudah disuling menjadi minyak dapat membantu dalam pengobatan gangguan pernafasan. Kandungan yang terdapat di tanaman eucalyptus juga terdapat fitokimia dan antioksidan yang tinggi.

Menurut penelitian dari BMC Immunology, minyak eucalyptus mampu merangsang sistem kekebalan tubuh, meningkatnya respon fagositik dari sistem imun terhadap patogen.

Fagositosis merupakan proses dari sistem imun tubuh yang mengkonsumsi serta menghancurkan partikel asing yang masuk ke dalam tubuh.

Dengan banyaknya kandungan dan manfaat dari tanaman herbal satu ini, maka Kementan sangat optimis jika kalung antivirus Corona yang mereka produksi dapat menangkal serangan dari virus tersebut. (R10/HR-Online)

Loading...