Kasus Positif Covid-19 Kembali Ditemukan di Kota Banjar

Positif Covid-19
Ilustrasi Positif Covid-19 . Foto : istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah 2 bulan lebih tidak ada sempat dinyatakan zero kasus positif Covid-19, di Kota Banjar, Jawa Barat, kembali mendapatkan penambahan satu pasien terkonfirmasi virus Corona.

Penambahan kasus tersebut berawal dari adanya swab test massal, yang diadakan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Banjar. Tes swab tersebut saat dilakukan di Pendopo Kota Banjar, untuk lingkungan pabrik atau perusahaan belum lama ini.

“Ya ada satu penambahan kasus baru positif Covid-19 di Kota Banjar,” kata Jubir Crisis Center Kota Banjar, Tomi Subagja, saat dihubungi HR Online, Sabtu (11/7/2020).

Ia menyebutkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, merupakan seorang karyawati berusia sekitar 33 tahun. Dia bekerja di sebuah perusahaan pengolahan limbah kayu di Kota Banjar.

Pasien tersebut tidak menunjukan tanda-tanda adanya gejala terpapar virus Corona, seperti batuk, pilek dan demam serta tidak mengalami keluhan apapun.

“Dia perempuan berusia sekitar 33 tahun. Dia warga Kota Banjar dan masuk kategori orang tanpa gejala atau OTG,” terang Tomi Subagja.

Dengan adanya penambahan kasus tersebut, lanjut Tomy Subagja, sampai sejauh ini semenjak masa pandemi di Kota Banjar, ada 8 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari delapan pasien tersebut, rinciannya enam orang sudah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia. Kemudian satu orang lagi adalah pasien yang baru saja terkonfirmasi positif virus Corona.

“Saat ini juga tengah dilakukan koordinasi dengan tim gugus tugas, untuk dilakukan tracking bagi orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien,” katanya.

Ia mengimbau kepada semua pihak, agar tetap waspada dan tidak lengah. Serta, terus melakukan upaya pencegahan dengan menjalankan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, memakai masker dan membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.

“Semua harus tetap waspada karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk virus Corona. Selain itu kita juga tidak tahu kapan wabah pandemi ini akan segera berakhir,” ujarnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Loading...