Kepunahan Sympterichthys Unipennis Tercatat Dalam Red List IUCN

Kepunahan Sympterichthys Unipennis
Ilustrasi Kepunahan Sympterichthys Unipennis. Foto Istimewa

Kepunahan Sympterichthys unipennis kini sudah dirilis melalui IUCN Red List. International Union for Conversation of nature (IUCN) telah mengkategorikan ikan ‘bertangan’ atau yang dikenal dengan smooth handfish sebagai salah satu populasi ikan yang telah punah.

Sehingga, ikan ini merupakan ikan perairan laut yang pertama kali punah di tahun 2020 ini. Seperti yang diketahui jika habitat dari ikan dengan nama latin Sympterichthys unipennis ini berada di perairan Australia.

Padahal, banyak teori yang menyebutkan jika ikan akan selalu menemukan habitat baru di antara lautan yang sangat luas.

Dengan berita kepunahan ini, tentu saja memberikan pukulan telak bagi teori yang ada tersebut. Bahkan, kemungkinan spesies lain dari handfish ini juga mulai hilang.

Baca Juga: Dinosaurus Punah Akibat Impact Winter?

Kepunahan Sympterichthys Unipennis

Smooth handfish atau Sympterichthys unipennis adalah salah satu jenis spesies ikan ‘bertangan’ yang ada di lautan. Populasinya memang sudah sangat jarang ditemukan.

Habitatnya pun khusus di lepas pantai di Tasmania, Australia. Nama ikan ‘bertangan’ tersebut memang disematkan untuk hewan laut ini karena keunikan bentuk tubuhnya.

Sirip yang ia miliki menyerupai bentuk tangan, sehingga muncullah nama handfish tersebut. Kemampuannya pun juga terbilang unik jika dibandingkan dengan spesies ikan lainnya.

Terkait kepunahan Sympterichthys unipennis, handfish ini lebih sering memakai tangannya untuk berjalan di permukaan laut dengan memakai sirip berbentuk tangan tersebut daripada berenang.

Dr. Jemima Stuart-Smith dari Universitas Tasmania yang juga merupakan seorang ilmuwan ahli biologi menyebutkan jika terdapat 14 jenis spesies handfish. Namun, dari mereka sudah jarang sekali terlihat saat ini.

Sympterichthys unipennis atau handfish ini juga diketahui dari sebuah spesimen oleh penjelajah asal Perancis di tahun 1800an. Sekarang ini, terdapat tiga spesies ikan ‘bertangan’ dan merupakan spesies yang langka.

Penyebab Sympterichthys Unipennis Punah

Seperti dilansir pada Scientific America, handfish adalah family dari 14 spesies ikan yang ada di bawah laut dalam. Tidak seperti kebanyakan dari spesies ikan yang lain, handfish ini tidak mempunyai fase larva.

Mereka juga tidak bergerak seperti ikan dewasa. Hal tersebut membuat kepunahan Sympterichthys unipennis ini sangat peka terhadap perubahan habitat.

“Mereka menghabiskan waktu untuk berada di dasar laut, dengan sesekali mengepak jika merasa terancam,” kata Graham Edgar, Ahli Ekologi kelautan di Universitas Tasmania.

“Karena ikan ini tak mempunyai larva, maka mereka tidak bisa menyebar ke lokasi yang baru. Sehingga, berakibat populasinya sangat terlokalisir serta rentan pada ancaman,” imbuhnya.

Di tahun 1996, spesies lain dari handfish ini yakni spotted handfish juga sudah ditambahkan dalam Red List IUCN dalam kategori daftar ikan laut terancam atau juga disebut dengan critically endangered.

Spesies spotted handfish ini juga telah menyusul kepunahan Sympterichthys unipennis atau smooth handfish yang sekitar seratus tahun kebelakang ini sudah sangat jarang ditemukan.

Ini menjadi sebuah kekhawatiran terhadap spesies smooth handfish, mengingat spotted handfish yang mengalami kepunahan tersebut.

Kondisi Habitat Tercemar

Sympterichthys unipennis atau smooth handfish ini dilaporkan punah secara resmi dan berarti individu atau ikan yang terakhir pun telah mati. Para ilmuwan pun kurang begitu yakin dengan penyebab dari kepunahan smooth handfish ini.

Namun, di wilayah habitat ikan tersebut memang sedang terancam oleh penangkapan ikan, perubahan iklim, dan juga polusi perairan. Edgar juga mengatakan jika spesies ikan laut yang lain juga mungkin terancam punah.

Setidaknya, dengan dirilisnya berita kepunahan Sympterichthys unipennis ini akan dapat memberikan peringatan. Sehingga, sebagai masyarakat, kita mampu membangun kewaspadaan dengan sisa spesies handfish yang juga terancam punah.

Dalam waktu yang relatif lama, kita percaya jika lautan yang luas tak mampu mengalami kerusakan yang terukur. Namun, aktivitas dari manusia yang tak bertanggung jawab inilah yang akan menghancurkan habitat lautan.

Sehingga, lautan akan mengalami kondisi yang kritis dan tercemari bahan yang berbahaya. Pencemaran tersebut tak hanya membuat perairan menjadi buruk, namun juga membuat kadar air menjadi lebih asam. Perburuan ikan yang terlalu berlebihan ini juga mampu membuat rantai makanan menjadi terganggu.

Hal tersebut juga membuat banyak dari spesies ikan menjadi terancam kepunahan. Sehingga, dengan ini menjadikan kepunahan Sympterichthys unipennis semakin besar.