Kesalahan Umum Pembuatan Rencana Bisnis yang Sering Terjadi

pembuatan rencana bisnis
Ilustrasi pembuatan rencana bisnis. Foto: Istimewa

Penyusunan dan pembuatan rencana bisnis merupakan bagian yang sangat penting mengembangkan bisnis. Rencana bisnis selain menjadi desain bagaimana bisnis dijalankan, juga penting untuk mendapat dana investasi tambahan.

Selama ini tak sedikit pelaku usaha kecil yang kesulitan mengakses permodalan dari perbankan. Selain karena soal kredibilitas, usaha kecil juga lemah menyangkut aspek perencanaan dan pembukuan keuangannya.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang struktur proposal bisnis plan yang baik untuk pengembangan usaha. Rencana bisnis atau bisnis plan dibutuhkan jika bisnis Anda berhubungan dengan pihak lain.

Karena itu penting sekali membuat rencana bisnis yang baik. Namun sayangnya, tak sedikit kesalahan yang sering ditemukan dalam pembuatan rencana bisnis ini. Akibatnya, mitra bisnis menjadi ragu atau bahkan mundur dari kesepakatan.

4 Kesalahan Pembuatan Bisnis Rencana

Salah satu tujuan penyusunan bisnis plan adalah untuk mencari dan memperoleh dana tambahan. Dana ini dibutuhkan untuk pengembangan bisnis. Sumber dana bisa dari bank atau investor yang ingin menanamkan dananya.

Baca juga: Kesalahan Umum Pengelolaan Keuangan Usaha yang Wajib Dibenahi

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang melakukan kesalahan saat menyusun bisnis plan. Berikut ini berbagai kesalahan pembuatan rencana bisnis yang wajib diketahui dan segera dibenahi agar dana pinjaman mudah diperoleh.

Proyeksi Keuangan Tidak Jelas

Rencana dan proyeksi keuangan merupakan bagian penting yang akan dilihat pertama oleh calon investor. Karena itu sangat penting membuat perencanaan keuangan yang jelas, potensial, dan transparan.

Sayangnya, tak sedikit pelaku usaha yang lemah dalam memberikan analisa menyangkut proyeksi keuangan ini. Bahkan tak jarang perkiraan keuntungan yang akan diperoleh calon investor begitu menjanjikan tanpa diikuti detail proyeksinya.

Kelemahan dalam Analisa Persaingan

Analisa SWOT (Strengths atau kekuatan, Weaknesses atau kelemahan, Opportunities atau peluang, dan Threats atau ancaman) merupakan bagian penting dalam pembuatan rencana bisnis.

Data tentang pesaing bisnis biasanya akan menjadi kajian calon investor. Jika Anda tidak memiliki data yang cukup, maka analisa persaingan dan strategi untuk memenangkan persaingan akan diragukan calon investor.

Karena itu sangat penting melakukan riset pesaing Anda secara baik. Termasuk menyangkut keunggulan dan kelemahan pesaing, keunggulan produk, hingga strategi yang perlu untuk menghadapinya.

Tidak Transparan

Tak sedikit pembuatan rencana bisnis dilakukan dengan menyembunyikan kelemahan yang ada. Mungkin hal ini dilakukan karena akan bisa diatasi nantinya atau dianggap tidak penting. Padahal kesalahan ini bisa membuat calon investor kecewa.

Mungkin Anda mengira jika menutupi kelemahan yang ada tidak akan diketahui calon investor. Padahal, seseorang berani menanamkan dananya karena umumnya mereka telah berpengalaman dalam bisnis.

Baca juga: Ide dan Peluang Usaha Musiman yang Bisa Dimanfaatkan

Justru Anda perlu berterus terang tentang kelemahan yang ada dan alternatif solusi yang akan Anda lakukan. Dengan mengungkapkan hal ini calon investor bisa melihat kredibilitas yang Anda miliki.

Terlalu Banyak Informasi

Dalam pembuatan rencana bisnis kita sering seperti ingin mengungkapkan semua hal ke dalam proposal. Asumsinya, jika calon investor mengetahui semuanya akan meningkatkan peluang minatnya. Benarkah?

Mitra atau calon investor umumnya adalah orang yang sibuk. Mereka pun biasanya adalah orang yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam bisnis. Membuat proposal bisnis plan yang bertele-tele justru akan membuat mereka bosan.

Memang tak ada batasan jumlah halaman standar untuk proposal bisnis plan. Namun agar efektif, hal-hal yang perlu disertakan dalam proposal bisa dimasukkan dalam lampiran saja.

Itulah berbagai kesalahan yang umum terjadi dalam pembuatan rencana bisnis. Menyadari kesalahan yang ada dan membenahinya akan membuat proposal yang dibuat lebih berkualitas. Sehingga calon investor pun semakin yakin dengan rencana bisnis Anda. (R11/HR-Online)

Loading...