Selasa, Juni 28, 2022
BerandaArtikelKlepon Tidak Islami Trending! Ini Asal, Filosofi dan Faktanya

Klepon Tidak Islami Trending! Ini Asal, Filosofi dan Faktanya

Awalnya akun @Irecutemom mengunggah meme gambar kue klepon disertai tulisan kue Klepon Tidak Islami di Twitter. Cuitannya kemudian menjadi viral, bahkan sampai jadi trending topic di Twitter.

Cuitan meme kue klepon tersebut diretweet dan disukai banyak akun. Komentar netizen pun beragam. Ada yang berkomentar kocak ada juga yang menyebutnya sebagai cara-cara propaganda PKI.

Akun mantan presiden PKS, Tifatul Sembiring bahkan sampai mencuit dugaannya terkait meme tersebut. Tifatul menyebut meme tersebut seperti halnya propaganda yang dibuat PKI untuk menjelekkan dan mengadu domba umat Islam.

Asal-usul Klepon Tidak Islami

Dari berbagai komentar yang beragam, ada juga netizen yang penasaran siapa yang pertama membuat gambar tersebut. Apalagi si pembuat gambar seolah-olah mengajak untuk meninggalkan jajanan yang tidak islami dan membeli jajanan islami, yakni kurma.

Apalagi dalam gambar juga terdapat sebuah nama bernuansa islami ‘Abu Ikhwan Azis’. Namun berdasarkan penelusuran, tidak ada nama Abu Ikhwan Azis dalam berbagai platform media sosial, baik Facebook, Instagram, maupun Twitter.

Akun dengan nama tersebut justru muncul setelah meme klepon trending. Akun TurnBackHoax di Facebook bahkan menyebutnya sebagai informasi yang tidak mendasar. Tujuannya hanyalah membuat keributan di media sosial.

Karena itu banyak juga netizen yang sepakat dengan Tifatul Sembiring. Akun meme Klepon Tidak Islami diduga sebagai propaganda PKI untuk membuat keributan di tengah umat Islam.

Filosofi Kue Klepon

Kue klepon sendiri merupakan makanan tradisional berbentuk bulat dengan parutan kelapa. Di dalamnya terdapat isian gula merah yang ketika digigit, gulanya akan mencair sehingga rasanya terasa manis di mulut.

Baca Juga: Minuman Boba, Bubble Tea dan Pearl, Apa Bedanya?

Dibalik makanan tradisional ini ternyata tersimpan filosofi yang dalam seperti ditulis dalam buku keluaran Kemendikbud berjudul ‘Belajar dari Makanan Tradisional’ terbitan tahun 2017.

Rasa manis yang berasal dari gula di dalam klepon, misalnya, ini menunjukkan pentingnya seseorang memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak selalu terlihat dari luar namun, kebaikannya bisa dirasakan seperti halnya gula yang terbalut dalam klepon.

Terlepas meme Klepon Tidak Islami, kue klepon yang dibalut dengan parutan kelapa melambangkan kehidupan manusia yang bertahap. Kelapa sendiri dari luarnya terlihat keras, namun di dalamnya terdapat daging yang bisa dimakan.

Baca Juga: Jenis Masakan Jawa Paling Disukai

Ini menunjukkan untuk memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup manusia perlu melalui berbagai tahapan. Mulai dari keras, kasar, sampai akhirnya di bagian dalamnya lembut seperti daging kelapa.

Sementara klepon yang berwarna hijau melambangkan kehidupan manusia yang harus disertai dengan kebaikan hati. Meskipun saat ini sudah banyak yang memodifikasi kue klepon sehingga warnanya bukan hanya hijau, namun warna khas klepon tetaplah hijau.

Bentuk klepon yang bulat juga memiliki filosofi sendiri. Hidup manusia tidak diketahui ujung pangkalnya. Bentuknya yang tidak rata juga melambangkan kehidupan yang tak selalu mulus dan bahagia.

Cara pembuatan klepon yang sangat mudah juga memiliki makna hidup yang berarti adalah hidup dengan kesederhanaan.

Fakta Seputar Klepon

Meme kue Klepon Tidak Islami yang menghebohkan itu mencuatkan sejumlah fakta terkait kue klepon. Klepon diketahui sudah ada semenjak tahun 1950-an.

Makanan tradisional ini pada zaman itu sudah jadi menu istimewa di Indonesia-Belanda, maupun etnis Tionghoa.

Baca Juga: Tumis Pepaya Muda, Masakan Favorit Presiden Jokowi yang Kaya Manfaat

Sementara itu, di beberapa daerah klepon juga sering disebut onde-onde. Misalnya di Sumatera Barat. Meskipun di beberapa daerah lain di Indonesia, onde-onde ini berbeda dengan klepon.

Klepon dan onde-onde memiliki tampilan yang berbeda. Klepon biasanya terbuat dari tepung ketan, berwarna hijau dan ditaburi parutan kelapa. Sementara di dalamnya terdapat isiaan gula merah yang akan meleleh di mulut saat digigit.

Berbeda dengan onde-onde yang terbuat dari tepung terigu. Ukurannya pun lebih besar dibanding klepon. Jika klepon ditaburi parutan kelapa, maka onde-onde penuh dengan taburan biji wijeun, isinya pun bukan gula merah, biasanya isi onde-onde adalah kacang hijau.

Saat ini klepon sudah bervariasi warna dan rasanya. Tidak hanya hijau. Rasanya pun berbeda-beda. Sudah ada yang memiliki rasa vanilla, cokelat, bahkan rasa greentea.

Terlepas dari meme Klepon Tidak Islami yang saat ini sedang heboh diperbincangkan, nyatanya jajanan tradisional ini menyimpan filosofi dan fakta yang menarik. (Ndu/R7/HR-Online)

- Advertisment -