Korban Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’ Bermunculan, Ini Ceritanya!

Korban Gilang Bungkus
Gilang Bungkus pada tahun 2018 saat mengaku salah telah 'membungkus' salah seorang korbannya. Foto: Twitter

Korban Gilang Bungkus bermunculan dan menulis pengalaman mereka saat dikerjai Gilang. Nama Gilang mendadak viral setelah sebuah utas di Twitter membuka kedoknya sebagai orang dengan ‘Fetish Kain Jarik’.

Pada utas yang diunggah akun @m_fikris diceritakan bagaimana Gilang membujuk korban-korbannya agar mau menuruti keinginannya, yaitu dibungkus kain jarik seperti pocong dengan dalih untuk penelitian skripsi.

Berbagai tangkapan layar dari orang-orang yang pernah dihubungi oleh Gilang beredar di twitter. Kalimatnya nyaris sama semua, yakni ‘kamu bungkusable, Dek’. Maksudnya orang yang dihubungi Gilang sangat pantas untuk dibungkus.

Baca Juga: Fetish Kain Jarik Viral di Twitter, Siapa Gilang Predator?

Dari sanalah kata ‘bungkus’ disematkan pada nama Gilang yang juga seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga tersebut.

Cerita Para Korban Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’

Setelah diusut, ternyata bukan kali ini saja Gilang melancarkan aksinya. Sejumlah akun bercerita kelakuan aneh Gilang ini sudah sejak tahun 2013. Saat itu Gilang masih duduk di bangku SMA.

Selanjutnya pada tahun 2018, Gilang juga sudah pernah membuat pernyataan minta maaf di kalangan kampus lantaran aksinya itu. Saat itu bahkan sempat beredar foto Gilang dengan tulisan Gilang predator.

Namun setelah minta maaf, bukannya kapok, Gilang malah kembali melancarkan aksinya. Setelah sebelumnya mengincar mahasiswa-mahasiwa satu kampus, Gilang kemudian memburu korban dari kampus lain. Kali ini para mahasiswa baru yang jadi korban kelakuan anehnya tersebut.

Baca Juga: Apa Arti Fetish yang Trending di Twitter ‘Gilang Fetish Kain Jarik’

Akun @m_fikris  yang pertama kali mengungkapkan dirinya salah satu korban Gilang Bungkus di Twitter. Dirinya mengenal Gilang di Instagram. Lalu percakapan mereka berlanjut ke WhatsApp.

Gilang membujuk Fikri untuk menuruti keinginannya, yaitu dibungkus dengan kain jarik. Alasannya untuk kepentingan akademis. Gilang mengaku tengah melakukan penelitian terkait bungkus membungkus.

Fikri yang tak enak hati karena Gilang dianggap seniornya akhirnya mengiyakan. Karena masih suasana pandemic Covid-19, Gilang tidak bisa langsung ‘membungkus’ Fikri.

Fikri akhirnya dibantu temannya melakukan apa yang diminta Gilang. Tubuhnya dilakban di beberapa bagian, lalu dibungkus kain. Ketika proses pembungkusan, Gilang meminta Fikri difoto dan divideo oleh teman yang membungkusnya, lalu foto dan video itu dikirimkan ke Gilang.

Pengakuan Korban Gilang Bungkus Lainnya

Sementara itu akun @kevinp**** menyebutkan, aksi Gilang sudah terjadi sejak tahun 2013, saat Gilang masih duduk di bangku SMA dan baru berusia 15 tahun.

Akun tersebut mengunggah tangkapan layar percakapannya bersama Gilang. Dalam percakapan tersebut, Gilang meminta foto korbannya saat sedang dibungkus. Alasannya lagi-lagi untuk penelitian.

Sementara akun @kingbanta*** ceritanya lebih menyedihkan. Jika korban yang lainnya dibungkus oleh temannya sendiri, maka akun Kingbanta mengatakan Gilang sendiri yang membungkusnya.

Saat sudah dibungkus, Gilang meraba dirinya bahkan lebih.  Hal itu jelas membuat korban shock dan trauma sampai saat ini. Apa yang menimpa korban Gilang Bungkus tersebut terjadi pada awal Januari 2020.

Akun @methodologistID juga menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Gilang mengirimkan pesan ke beberapa orang, pesannya hampir sama, yaitu untuk keperluan riset dengan cara dibungkus. Lalu dipegang di area tertentu termasuk area vital untuk kemudian dilihat bagaimana reaksinya.

Cerita akun @pnddwnt1 juga cukup miris. Bukan hanya dirinya saja yang jadi korban Gilang, namun saat itu dia berdua bersama temannya.

Berawal dari perkenalan mereka di Facebook, lalu diminta untuk datang ke kosan dengan alasan minta bantuan untuk tugas.

“Aku gak bawa kain jarik kayak yang dia suruh soale di rumah emang gak punya. Pas sampe kosan, dia nyuruh aku sama A buka semua baju, Cuma disisain boxer sama celana dalam.” Tulis akun @pnndwnt1.

Selain akun-akun tersebut, banyak juga akun lainnya yang mengaku pernah dikirimi pesan di Instagram oleh Gilang. Banyak yang meresponnya dan berakhir jadi korban Gilang Bungkus. Namun ada juga yang mengabaikannya.

Penjelasan Fetish Kain Jarik

Cerita Gilang yang suka melihat orang dibungkus kain jarik membuat warganet menyimpulkan Gilang punya fetish kain jarik. Fetish sendiri adalah keadaan dimana seseorang merasa terangsang dan punya hasrat tertentu setelah melihat, meraba, atau melakukan sesuatu.

Misalnya seseorang merasa tersangsang hanya dengan melihat kaki seseorang. Berarti orang tersebut punya fetish dan obyeknya adalah kaki. Selain bagian tubuh seseorang, benda-benda mati seperti pakaian dan sepatu bisa jadi obyek fetish.

Jika Anda pernah mendengar orang yang senang mencuri pakaian dalam di jemuran untuk dikoleksi bisa jadi orang tersebut punya fetish pada pakaian dalam.

Orang tersebut akan terangsang atau punya fantasi sendiri jika melihat atau memegang pakaian dalam. Fetish akan menjadi sebuah gangguan jika timbul ketergantungan.

Seperti halnya Gilang yang merasa terangsang ketika korbannya dibungkus dengan kain jarik. Karena tak bisa mengendalikan fetishnya itu, maka muncullah banyak korban Gilang Bungkus. (Ndu/R7/HR-Online)