Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarKota Banjar Ditargetkan Jadi Sentra Bawang Merah di Priangan Timur

Kota Banjar Ditargetkan Jadi Sentra Bawang Merah di Priangan Timur

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Kota Banjar melalui Kelompok Tani Mulyasari Mundu, Desa Binangun, ditargetkan menjadi sentra bawang merah di kawasan Priangan Timur.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia BI Tasikmalaya, Heru Saptaji, saat acara peresmian klaster bawang merah dan penyerahan program sosial Bank Indonesia kepada Poktan Mulyasari Mundu di Desa Binangun, Rabu (2/7/2020).

Menurutnya, pengembangan sentra bawang merah sangat cocok ketika diproduksi sebagai usaha pengembangan potensi ekonomi wilayah. Bawang merah juga menjadi komoditas penyumbang kemandirian ekonomi di Kota Banjar.

Apalagi hampir sepuluh tahun terakhir ini komoditas bawang merah menjadi salah satu sumber penekan angka inflasi di wilayah Priangan Timur.

“Potensi lahan yang ada di Banjar sangat luas mencapai 35 hektar. Ini bisa menjadi solusi permasalahan ekonomi dan inflasi bisa tertangani. Begitu juga dengan masalah kesejahteraan masyarakat,” kata Heru kepada awak media.

Sebelumnya, kata Heru, untuk wilayah Priangan Timur banyak mengimpor bawang merah dari wilayah Brebes, Jawa Tengah. Hal itu karena selama ini untuk kebutuhan komoditas bawang merah di Priangan Timur mengalami defisit hampir 60 sampai 70 persen.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan produktifitas, pihak BI akan membantu pengembangan budidaya bawang merah di Kota Banjar. Salah satunya mendatangkan pakar dari Brebes guna pendampingan dan pembinaan kepada kelompok tani.

“Dengan pendampingan ini kami berharap bisa menciptakan petani handal dan penuh inovasi sehingga berujung pada peningkatan kapasitas hasil produksi,” tandasnya.

Pemkot Banjar Dukung Poktan Mulyasari Mundu Jadi Sentra Bawang Merah

Sementara itu, Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, mengatakan, sebagai kota agropolitan, Pemerintah Kota Banjar tentu akan mendukung pengembangan kelompok tani Mulyasari Mundu Desa Binangun menjadi sentra pengembangan budidaya bawang merah.

Ke depan dengan adanya pengembangan ini setidaknya untuk kebutuhan komoditas bawang merah bisa terpenuhi dan bisa ditangani oleh masyarakat Kota Banjar.

“Dari 35 hektar potensi lahan yang ada, sekarang baru 2 hektar yang digarap. Untuk membantu menekan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita target dua tahun harus selesai,” kata Ade Sukaesih.

Selain melakukan peresmian dan menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani Mulyasari Mundu, Perwakilan BI Tasikmalaya juga menyerahkan program bantuan sosial kepada pelaku UMKM yakni sentra Rengginang Kota Banjar. (Muhlisin/R7/HR-Online)