Kota Tasikmalaya Siaga 1 DBD, Anggota DPRD Ini Lakukan Fogging

Kota Tasikmalaya Siaga 1 DBD
Fogging untuk memberantas nyamuk penyebab DBD di Kota Tasikmalaya. Foto: Apip/HR

Berita tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 758 kasus dengan jumlah kematian 17 orang. Pemkot kemudian menyatakan Kota Tasikmalaya siaga 1 DBD.

Saat ini tercatat dalam peta sebaran kasus DBD, Kawalu memiliki 140 kasus DBD, disusul Mangkubumi 107 kasus, lalu Cihideung 84 kasus, dan Tamansari 78 kasus. Selanjutnya Cipedes 73 kasus, Tawang 68 kasus, Cibeureum 65 kasus, Bungursari 65 kasus, Indihiang 39 kasus, dan Purbaratu 37 kasus.

Sementara kematian akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini, tercatat di Kawalu 5 orang meninggal karena DBD. Lalu Cipedes 3 orang, Purbaratu 2 orang, Cihideung 2 orang, Bungursari 2 orang, Cihideung 2 orang, Tawang 1 orang, dan Indihiang 1 orang.

Angota DPRD Komisi II pun turun langsung untuk memerangi DBD dengan melakukan fogging di beberapa titik, seperti Kecamatan Kawalu dan Mangkubumi, Kota tasikmalaya, Minggu (5/7/2020).

“Kota Tasikmalaya siaga 1 DBD. Ini harus diperangi bersama sama oleh masyarakat dengan cara pemberantasan sarang nyamuk dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah,” ujar H. Murjani, SE, MM, anggota DPRD Kota Tasikmalaya Komisi II.

Murjani mengaku dirinya melakukan bakti sosial fogging lantaran banyak yang mengadu permasalahan DBD di lingkungannya.

“Ya saya melakukan bakti sosial Fogging karena 1 bulan terakhir hampir tiap hari Bapak, Ibu Ketua RT dan RW datang ke tempat saya untuk silaturahmi sekaligus diskusi saat ini banyaknya masalah. Mulai Covid-19, Bansos dan yang harus segera kita tangani adalah banyaknya jatuh korban meninggal karena demam berdarah,” katanya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya dinilai Murjani cukup serius dalam penanganan kasus DBD, namun karena keterbatasan ada kalanya dinas terkait lambat merespon.

“Jadi saya lakukan bakti sosial fogging merespon keinginan masyarakat sekaligus membantu beban dinas terkait,” tambahnya.

Menurutnya, bakti sosial tersebut sudah dijadwalkan sesuai daftar tunggu permintaan RT/RW sampai satu bulan ke depan.

“Setelah tadi di Sambongpari, dilanjut nanti ke Karsamenak, Cisumur, Cicariang, Tanjung, Kareteg, Labuan Bulan, Cigantang dan beberapa lagi harus lihat daftar. Bahkan ada permintaan dari Dapil 1 dan 2 seperti dari Ujungsari Cipedes, Kahuripan Tawang dan lain-lain,” terangnya. 

Kota Tasikmalaya Siaga 1 DBD, Bukan Hanya Dicegah dengan Fogging

Murjani juga menegaskan masyarakat harus mengetahui fogging bukanlah satu-satunya strategi untuk mencegah BDB.

“Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah. Sehingga daerah di sekitarnya melakukan fogging untuk memberantas nyamuk sebagai vektor penyakit DBD,” katanya.

Menurutnya, upaya yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah dengan 3 cara, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang.

“Menguras artinya membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es,” terangnya.

“Selanjutnya menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air. Terakhir memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas,” imbuhnya. (Apip/R7/HR-Online)

Loading...