KPK Geledah Kantor PUPRKP dan Pendopo Walikota Banjar

KPK Geledah Kantor PUPRKP dan Pendopo Walikota Banjar
Komisi antirasuah KPK geledah kantor PUPRKP (Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman), Jum'at (10/7/20). Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komisi antirasuah KPK geledah kantor PUPRKP (Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman) dan Pendopo Walikota Banjar, Jawa Barat, Jum’at (10/7/20). Penggeledahan ini dilakukan sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi. Hingga berita ini ditulis belum diketahui terkait kasus korupsi apa yang ditangani petugas Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.

Dari pantauan HR Online, sejumlah aparat kepolisian dengan senjata lengkap tampak berjaga di kantor Dinas PUPRKP Kota Banjar. Petugas polisi ini melakukan pengawalan saat petugas KPK melakukan pengeledahan di kantor tersebut.

Menurut salah seorang warga yang rumahnya di sekitar kantor Dinas PUPRKP Kota Banjar, Budiawan, kondisi tersebut berbeda dari biasanya. Menurutnya, pada hari-hari biasa kantor tersebut tidak pernah dijaga petugas kepolisian. Biasanya hanya ada petugas penerima tamu saja.

“Sudah dari pagi tadi banyak orang yang lihatin juga. Katanya sih ada pemeriksaan,” kata Budiawan, kepada HR Online, tadi siang.

Saat KPK geledah kantor PUPRKP Banjar, terlihat ada empat kendaraan roda empat jenis kijang dengan plat nomer B masuk ke halaman Kantor Dinas PUPRKP.

“Warga hanya melihat dari depan kantor tidak boleh masuk. Sudah dijaga petugas,” katanya.

Dari informasi yang himpun, penggeledahan KPK tersebut diduga terkait kasus proyek pembangunan infrasturktur di Kota Banjar. Pasalnya, sebelum KPK geledah kantor PUPRKP dan Pendopo Walikota Banjar, juga melakukan penggeledahan di kantor perusahaan kontruksi PT. PMG di jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada Kamis (09/07/2020).

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait penggeledahan tersebut. Para pejabat di lingkungan Pemkot Banjar pun belum ada yang memberikan keterangan terkait maksud kedatangan KPK. (Muhlisin/R2/HR-Online)

Loading...