KWT Mekarjaya Banjar Tak Tahu Soal Kampung Tangguh Lodaya

KWT Mekarjaya Banjar
KWT Mekarjaya mengaku tidak mengetahui soal kampung tangguh Lodaya. Foto : Aisyah/HR

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Salah satu penerima kategori kampung tangguh Lodaya, Kelompok Tani Wanita atau KWT Mekarjaya Banjar mengaku tidak mengetahui soal kampung tangguh Lodaya.

Dede Rosita (51), ketua KWT Mekarjaya di Dusun Sindangmulya 02/10 Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, mengaku tidak tahu maksud dan tujuan adanya kampung tangguh Lodaya. Karena tak ada sosialisasi atau pemberitahun sebelumnya, bahwa KWT ini akan dikunjungi oleh Polres dan Walikota.

Dede mengatakan saat peresmian kampung tangguh Lodaya kemarin, ia tidak berada di rumahnya. Ketika ada kunjungan itu, Dede terpaksa pulang.

“Sampai dirumah ya saya kaget. Sudah ramai. Tapi, ya saya tidak berani apa-apa, hanya diam saja,” ungkap Ketua KWT Mekarjaya Banjar kepada HR Online, Sabtu (11/7/2020).

Dede mengaku mendapat bantuan langsung dari Walikota Banjar. Namun ia masih bertanya-tanya tujuan kampung tangguh Lodaya tersebut.

“Ya, husnudzonnya kalau menurut saya sekarang kan habis Covid, jadi mungkin untuk ketahanan pangan,” ungkapnya dengan mata melihat ke atap seolah menebak.

Setelah acara selesai, Rosita mengaku kerap ditanya oleh anggotanya soal kampung tangguh Lodaya.

Bahkan, ketika kumpulan dengan PKK kecamatan Langensari. Ia mengaku hanya menjawab sesuai perkiraannya. Dede menginginkan adanya penjelasan dari pemerintah soal kampung tangguh Lodaya ini.

” Saya nanya sama Bu Camat waktu ada kegiatan PKK kemarin. Tapi ia juga tidak tahu,” katanya.

Diketahui, KWT Mekarjaya merupakan program P2WKSS  Tahun 2014. Di Tahun 2016 dibentuk KWT oleh Pemerintah Desa. KWT Mekarjaya ini telah berkali-kali menyabet prestasi di tingkat Kota, meski dengan dana sendiri (swadaya).

Kini, KWT Mekarjaya Banjar memiliki 36 anggota. Semua karya tanamannya adalah milik ibu-ibu anggota kelompok. Menurut pantauan HR, di lingkungan tersebut setiap rumah memiliki tanaman pangannya sendiri.  (Aisyah/R9/HR-Online).

Loading...