Lubang Hitam Rakus dan Terbesar Paling Masif Ditemukan

Lubang Hitam Rakus dan terbesar
Ilustrasi Lubang Hitam rakus dan Terbesar. Foto : Istimewa

Lubang hitam rakus dan terbesar yang ditemukan oleh para astronom ini tampaknya tumbuh cepat sejak 12 miliar tahun yang lalu.

Lubang dengan kode QSO SMSS J 215728.21-360215.1 atau lebih dikenal dengan nama J2157 ini berukuran 200 miliar kali matahari.

Penemuan Lubang Hitam Rakus dan Terbesar

Para astronom menemukan sebuah lubang hitam yang besar dan rakus yang dapat melahap matahari dalam waktu satu hari saja.

Menurut Theregister.com, ukuran dari lubang hitam tersebut yakni 20 miliar cahaya kali dari ukuran matahari. Nama lubang dengan sebutan J2157 ini tumbuh pada tingkat 200 juta dari matahari selama satu juta tahun.

“Apabila lubang besar ini berada di pusat galaksi Bima Sakti, ini akan muncul 10 kali lebih terang daripada bulan purnama. Cahayanya seperti bintang terang yang mampu melibas terangnya semua cahaya yang ada di langit,” kata Christian Wolf, seorang penulis studi dan juga peneliti dari Australian National University.

Lubang ini mempunyai energi yang berada di sekitar lubang yang berputar mengelilinginya. Energi tersebut berupa debu dan gas yang nantinya akan dilahap oleh lubang supermasif tersebut.

Saat melakukan proses melahap benda-benda di sekitarnya, lubang hitam rakus dan terbesar tersebut akan berbentuk spiral dan melakukan gaya gravitasi.

Kemudian lubang tersebut juga melakukan gesekan yang memanaskan disk akresi dan menghasilkan suhu yang panas.

Lalu ia mulai memancarkan radiasi elektromagnetik. Sehingga, dengan hal ini sebagian besar dari sinar ultraviolet serta sinar X akan keluar dan dipancarkan.

“Sekali lagi, jika lubang raksasa ini ada di pusat tata surya kita, maka akan membuat kehidupan di Bumi tidak sebesar dari X-ray yang asalnya dari itu,” ulang Wolf.

Seberapa Menakutkannya Lubang Hitam Raksasa Ini?

Benda raksasa langit yang berada di tatanan galaksi ini mencapai massa yang lebih besar dari masa matahari, yakni 10 miliar kali.

Lubang hitam rakus dan terbesar seperti ini sangat langka. Hal ini ditemukan oleh astronom saat menyadari pertumbuhan yang lebih cepat dengan ukuran sebesar itu sejak awal terbentuknya alam semesta.

Tim yang meneliti tersebut mendapatkan sebuah kekosongan dengan Sky Mapper. Dimana sebuah teleskop optik di Australia dan juga European Space Agens’s Gaia Satelit serta dengan menggunakan NASA Wide-Field Infrared Survey Explorer.

Saat alam semesta mengalami perluasan, gelombang yang merupakan elektromagnetik yang dipancarkan oleh kuasar tersebut dapat menghabiskan waktu yang lebih lama.

Waktu tersebut digunakan dalam mencapai Bumi dan dengan panjang gelombang yang membentang. Para peneliti mampu mendeteksi hal tersebut karena sinar ultraviolet dan sinar X-ray muncul sebagai sinar infra merah.

Kemudian energi yang panas karena lubang hitam rakus dan terbesar supermasif tersebut mengionisasi gas di sekitarnya.

Sehingga, akan memberikan kontribusi yang reionisasi kosmik, yakni dimana atom yang netral telah memecah ke dalam bagian konstituen mereka (inti dan elektron). Selanjutnya, partikel ini akan bergabung kembali dengan membentuk atom yang baru.

Dengan demikian, para ilmuwan bisa memakai hal tersebut dalam mempelajari tentang elemen yang pertama terbentuk di alam semesta. Penemuan lubang hitam supermasif ini akan dapat membantu para ilmuwan dalam menyelidiki perluasan yang terjadi di alam semesta.

Kemudian juga berguna sebagai titik referensi terang untuk teknologi GPS dan juga navigasi ruang. Selanjutnya juga mampu memberikan pengukuran paling sensitif dari kecepatan laju ekspansi.

“Kami tak tahu bagaimana lubang hitam rakus dan terbesar itu dapat tumbuh sangat besar, bahkan sangat cepat di awal terbentuknya alam semesta. Sehingga, perburuan ini bertujuan untuk menemukan pertumbuhan cepat lubang hitam tersebut,” kata Wolf.

Penentuan Daftar Lubang Hitam Terpopuler lainnya

Menurut Wikipedia, walaupun saat ini terdapat teori yang mengatakan jika hampir semua dari galaksi masif, lubang hitam yang lebih masif jarang sekali terjadi.

Jumlahnya pun hanya beberapa lusin bahkan kurang dari jumlah itu sampai saat ini. setidaknya, adanya lubang hitam supermasif ini ditentukan dari urutan ukurannya.

Kemudian, lubang hitam yang terdaftar juga mempunyai masalah tentang akurasi pengukuran. Perkiraan berat atau massa dari lubang hitam rakus dan terbesar ini berdasarkan pada jenis metode yang dipakai saat evaluasi. Bahkan, semuanya dipengaruhi dari masing-masing sistematika lubang itu sendiri. (R10/HR-Online)

Loading...