Lumba-Lumba Purba Ankylorhiza Tiedemani, Predator Buas di Lautan

lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani
Ilustrasi Lumba-Lumba Purba Ankylorhiza Tiedemani. Foto Istimewa

Lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani ternyata adalah seekor predator buas dalam komunitas ia hidup.

Mamalia yang dikenal lucu dan menggemaskan ini ternyata dahulu merupakan seekor yang mirip dengan paus pembunuh yang ganas.

Berikut adalah beberapa ulasan mengenai hewan yang menjadi nenek moyang lumba-lumba saat ini.

Baca Juga: Hewan dengan Kecerdasan Tinggi Selain Primata, Tak Bisa Diremehkan

Lumba-Lumba Purba Ankylorhiza Tiedemani

Dilansir dari Science Daily, lumba-lumba Ankylorhiza tiedemani disebutkan jika populasinya yang sudah punah tersebut dapat dideskripsikan secara rinci melalui kerangkanya.

Kemudian, dalam studi yang dijelaskan pada Current Biology menjabarkan adanya tengkorak yang memiliki ukuran paling besar yang merupakan peninggalan dari hewan mamalia lumba-lumba purba.

Fosil atau kerangka yang ditemukan tersebut merupakan sebuah penjelasan adanya evolusi paralel dari paus bergigi.

Tengkorak lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani yang ditemukan di California Selatan tersebut memiliki panjang 4,5 meter serta diperkirakan telah hidup 25 juta tahun silam pada zaman Oligorece.

Hal ini juga ditilik dari struktur gigi, tengkorak dan moncong serta ukurannya. Hewan purba ini adalah seekor pemburu ganas yang menempati posisi teratas di habitatnya.

Penemuan Fosil Lumba-Lumba Purba

Lumba-lumba yang diberi nama Ankylorhiza tiedemani ini ditemukan pertama kali pada akhir tahun 1800 dalam bentuk pecahan.

Kemudian pencarian bagian-bagian yang lebih besar dan utuh pun ditemukan pada tahun 1990. Ini berarti telah mencapai selama lebih dari satu abad. Lalu di restorasi dalam beberapa puluh tahun.

Ciri-ciri yang dapat disimpulkan dari penemuan fosil ini adalah hewan lumba-lumba purba ini mirip dengan paus saat ini (postkranial).

Dengan ini dapat dikatakan jika indikasi terhadap lautan luas yang merupakan habitat lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani tersebut mengarah ke sebuah adaptasi yang khusus.

“Beberapa dari contoh yang termasuk penyempitan dari stok ekor, kemudian peningkatan jumlah vertebrata pada ekor, serta pemendekan humerus (tulang pada lengan atas) pada sirip,”kata Robert Boessenecker.

“Ini tidak tampak seperti dalam garis keturunan anjing laut dan juga singa laut yang berbeda. Contohnya, yang berevolusi menjadi mode berenang yang beda serta mempunyai kerangka postkranial yang terlihat sangat beda,” imbuhnya.

“Hal ini seakan-akan ada tulang tambahan di area sirip dan juga penguncian sendi siku memaksa kelompok Cetacea berevolusi dari jalur yang sama dalam hal penggerak.” tegasnya.

Silsilah Keturunan Lumba-Lumba

Lumba-lumba dan juga paus adalah satu family dan merupakan kerabat dekat dari Ordo Cetacea. Untuk paus bergigi adalah berasal dari bagian ordo Odontocetes yang merupakan keturunan dari Ordo Cetacea.

Adanya penemuan kerangka fosil ini terungkap sebuah indikasi jika kemungkinan dari lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani menjadi Odontocete yang pertama.

Kemudian mempunyai kemampuan dalam echolocation serta dapat memangsa hewan dengan ukuran besar maupun yang kecil.

Hewan purba ini juga diidentifikasikan memiliki kemampuan berenang lebih cepat dibandingkan dengan paus lain.

Sehingga, dengan hal tersebut dapat disimpulkan jika lumba-lumba purba ini adalah seekor hewan Cetacea yang memegang kendali dalam ekologi sebagai predator teratas.

Menurut Boessenecker, lumba-lumba dan paus memiliki perjalanan evolusi yang lumayan rumit dan juga panjang.

Sehingga, dengan sekilas kita tidak akan bisa melihat dari spesies lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani yang sama di saat modern ini.

“Catatan fosil sudah membuka jalan evolusi panjang dan sangat berliku. Dengan adanya fosil Ankylorhiza, dapat membantu dalam memecahkan bagaimana proses itu terjadi.” pungkasnya.

Kemudian Boessenecker pun mencatat jika lebih banyak lagi fosil dari lumba-lumba purba ini dalam penelitian. Termasuk juga spesies yang kedua dan fosil muda dari Ankylorhiza ini, sehingga mampu memberikan pengetahuan tentang pertumbuhan dari lumba-lumba.

Ia juga mengatakan jika masih ada hal yang dapat dipelajari dari kerangka fosil lumba-lumba dan paus tersebut. Boessenevker juga mengatakan jika banyak lumba-lumba dan paus yang unik dan aneh yang didapat di batuan Oligosen, Charleston, South California.

Hal tersebut dikarenakan jika zaman Oligeson merupakan waktu dimana penyaringan serta ekolokasi yang pertama kali mengalami evolusi. Kemudian, dikarenakan jika wilayah mamalia laut tersebut langka.

Sehingga, fosil dari Charleston tersebut dapat memberikan pengetahuan yang lengkap dari sebuah evolusi. Terutama terhadap kelompok hewan lumba-lumba purba Ankylorhiza tiedemani.

Loading...