Masker Virus Corona Sekali Pakai Berpotensi Jadi Media Penularan

Masker Virus Corona
Ilustrasi Masker Virus Corona. Foto: Ist/Net

Penggunaan masker virus Corona merupakan salah satu protokol kesehatan yang harus dijalankan untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas. Namun masker Corona ini ternyata juga menyimpan bahaya? Apakah itu?

Pandemi Covid-19 merupakah musibah dunia yang membawa dampak sangat luas. Lebih 15 juta orang dari 216 negara di seluruh dunia telah terpapar virus yang sangat menular ini. Angka kematian mencapai 600 ribu orang.

Hingga saat ini angka kasus infeksi akibat penyakit Covid-19 terus meningkat. Hal ini karena obat dan vaksin belum ditemukan atau masih dalam penelitian. Sehingga penanganannya belum efektif.

Untuk mencegah penularan virus Corona, badan kesehatan dunia WHO telah mengeluarkan protokol kesehatan yang wajib dijalankan semua negara. Antara lain penggunaan masker virus Corona saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bahaya Masker Virus Corona Sekali Pakai

Protokol kesehatan yang mewajibkan penggunaan masker wajah ternyata menggelitik sejumlah ilmuwan untuk meneliti efek dan dampaknya terhadap lingkungan. Apalagi kebutuhan terhadap masker meningkat tajam saat ini.

Sebuah laporan yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet menyatakan daya tahan virus yang menempel pada masker virus Corona. Jika masker sekali pakai ini dibuang, ada rentang waktu virus yang masih tertahan pada masker.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa paparan virus Corona tidak lagi ditemukan pada masker setelah 48 jam. Mengutip penelitian lainnya, virus akan bertahan pada kain, bahan logam, kaca dan sebagainya hanya beberapa jam saja.

Para peneliti dari Universitas RMIT Melbourne Australia mengungkapkan adanya bahaya dibalik penggunaan masker virus Corona sekali pakai. Bahaya ini bukan saja dampaknya terhadap lingkungan, namun juga kemungkinan penularannya secara diam-diam.

Meskipun sudah dipastikan virus yang tertempel pada masker akan mati dalam 48 jam, namun bahayanya masih ada. Utamanya jika masker yang baru saja dibuang sembarang dan diambil orang sesaat setelahnya.

Para petugas kebersihan atau orang yang peduli biasanya akan mengambil sampah masker dan membuangnya ke tempat sampah. Proses ini ternyata berisiko terjadinya penularan virus Corona.

Bahaya Lain Masker Virus Corona

Potensi bahaya lain dari penggunaan masker sekali pakai adalah besarnya sampah medis yang akan terjadi. Tak hanya masker, sarung tangan medis, maupun alat pelindung diri (APD) lain yang tak lagi digunakan juga bisa menjadi masalah.

Di Melbourne Australia, menurut para peneliti, potensi dampak lebih terlihat pada masker bedah sekali pakai ketimbang masker kain yang bisa dicuci kembali. Apalagi masker medis lebih populer dan lebih banyak digunakan orang.

“Diperkirakan penggunaan dan pembuangan masker dan sarung tangan global mencapai 129 miliar pcs dan 65 miliar sarung tangan plastik setiap bulannya,” kata peneliti seperti dikutip dari laman Scitech Daily.

Meskipun penggunaan masker virus Corona efektif untuk mencegah paparan virus Corona, namun dampaknya terhadap lingkungan juga merupakan masalah penting yang perlu dipikirkan.

Para peneliti juga mengungkapkan temuannya masih banyak orang yang membuang masker yang telah digunakan di tempat sampah umum. Bahkan ada yang meninggalkan begitu saja maskernya di troli belanja yang kosong.

Menyarankan untuk membuang sampah masker virus Corona di tempat sampah umum sangat berisiko karena bisa bercampur dengan sampah lain. Ironisnya, protokol untuk pembuangan sampah medis belum ada hingga saat ini.

“Tampaknya ada potensi kontaminasi silang dari pembuangan masker secara sembarangan. Bisa dari staf supermarket yang mengumpulkan troli atau petugas sampah yang melakukan kontak,” kata peneliti.

Yang paling aman, menurut mereka, adalah memasukkan masker virus Corona dan sarung tangan bekas ke dalam kantong plastik dan buang ke tempat sampah yang tertutup. Ini dapat mencegah risiko potensi penularan silang Corona. (R11/HR-Online)

Loading...