Masuk Masa AKB, Permintaan Multivitamin di Kota Banjar Meningkat Tajam

Pandemi Covid-19, Permintaan Multivitamin di Kota Banjar Meningkat
Ilustrasi multivitamin. Foto:Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), permintaan multivitamin di sejumlah toko obat di Banjar meningkat.

Permintaan terhadap vitamin dan obat-obatan penambah sistem kekebalan tubuh, hingga obat herbal, naik hingga 50 persen.

Hal itu dikatakan Mahdi (40) seorang sales obat sabdis, yang ditemui HR di toko obat Langkap Komplek Pasar Bojongkantong, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Kata dia, selama tiga bulan terakhir, permintaan konsumen selalu naik. Multivitamin laris manis terjual di pasaran.

“Sampai sekarang masih tetap lumayan penjualannya,” ungkap Mahdi kepada HR Online, Selasa (28/7/2020). 

Kebanyakan masyarakat mencari multivitamin merek vitacimin. Pasalnya kandungan vitamin C yang terkandung dalam vitamin ini mencapai 500 mg..

“Selain harganya terjangkau oleh semua kalangan, kandungannya juga baik untuk sistem kekebalan tubuh,” katanya.

Ia mengaku telah melakoni usaha ini sejak dua tahunan. Biasanya ia mengantar vitamin dan obat obatan ke tiap apotek di wilayah Ciamis, Banjar, Pangandaran dan wilayah Priangan Timur lainnya.

“Dua bulan yang lalu, vitamin C memang sulit dicari, karena produksi kurang namun permintaan banyak. Namun sekarang mulai banyak lagi,” ungkap Mahdi.

Sementara itu, pemilik apotek Langkap enggan disebutkan namanya mengakui, jika permintaan konsumen terhadap multivitamin kini cukup banyak.

“Biasanya vitamin yang paling banyak dibeli seperti vitacimin, redokson, serebrofot dan vitamin lain yang harganya terjangkau cukup banyak yang membelinya,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Roni (36), pemilik toko obat herbal An Najah. Ia menyebut, banyak warga kota Banjar yang memesan obat herbal seperti Madu, Habbatussauda, Jahe merah, Gamat, Kutus kutus dan Zaitun.

Konsumen yang membeli obat herbal dan multivitamin ke tokonya bukan hanya orang Banjar, namun ada juga dari daerah Banjarsari, Ciamis, Rancah, Cisaga dan Tasik.

Roni mengaku, sejak Juni lalu,  omset penjulannya naik. “Biasanya satu bulan Rp 25 juta, kini mencapai Rp 50 juta,” pungkasnya. (Aisyah/R8/HR Online)