Pemdes Kutawaringin Ciamis Bantu Penyandang Disabilitas

Pemdes Kutawaringin Ciamis Bantu Penyandang Disabilitas
Rahmat atau akrab dipanggil Amat (25), penyandang disabilitas warga Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Ciamis, menunjukan hasil karya lukisnya. Foto:Suherman/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pemerintah Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, memberikan bantuan untuk penyandang disabilitas. Bantuan tersebut berupa alat kebutuhan pengembangan karya lukis.

Pemberian bantuan tersebut diasesuaikan dengan keahlian Rahmat atau akrab dipanggil Amat (25), yakni di bidang melukis.

Sekretaris Desa Kutawaringin, Kabupaten Ciamis, Rusito, kepada Koran HR, Selasa (30/06/2020), mengatakan. pihaknya merasa tergugah ketika salah warganya yang mempunyai kekurangan fisik mampu membuat karya seni.

“Anaknya mempunyai kekurangan fisik di bagian kedua tangan, yakni tidak mempunyai jari tangan sejak kecil. Dia diketahui mempunyai keahlian di bidang melukis. Bahkan dia juga terus mengembangkan bakatnya hingga saat ini,” katanya.

Untuk mengembangkan potensinya, kata Rusito, maka pihaknya akan terus memberikan perhatian dan membantu untuk pengembangan usahanya.

“Karena keahliannya melukis, maka kami memberikan bantuan berupa kebutuhan untuk melukis, seperti meja dan kursi, serta pena dan alat alat untuk kelengkapan melukis lainnya. InsyaAllah kedepan, kami juga akan melihat terus perkembangannya. Mudah-mudahan bisa memberikan bantuan permodalan yang lebih lagi,” katanya.

Karya Seni Lukis Amat Banyak Dipesan Lewat Online

Sementara itu, Amat, anak dari pasangan Ali dan Sumiati, warga Dusun Sukamaju (Cibeureum), RT 02 RW 01, Desa Kutawaringin, Ciamis, mengaku senang mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

“Terus terang saja saya baru pertama kali mendapatkan bantuan seperti ini. Dari dulu mah hanya survey, photo data, namun bantuannya entah kemana. Sekarang, Alhamdulillah Pemerintah Desa sudah ada bukti perhatian kepada saya,” katanya.

Amat juga berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa lebih memberikan perhatian terhadap para disabilitas. Hal itu untuk mendorong semangat hidup para penyandang disabilitas .

Menurut informasi HR di lapangan, sejak kecil Amat memang terlihat tekun dan menggeluti seni lukis. Bagi Amat, melukis merupakan salah satu hobi yang sudah lama ia tekuni hingga saat ini.

“Melukis adalah hobi saya sejak kecil. Dan sekarang, hobi saya ini telah menjadi salah satu usaha yang saya tekuni. Alhamdulillah hasil lukisan saya ini sudah banyak terjual ke berbagai wilayah, seperti Batam dan wilayah lainnya. Kebanyakan pemesan adalah untuk melukis sketsa wajah para pemesan,” katanya.

Untuk transaksi promosi sekaligus pemesanan, Amat menambahkan, lebih banyak memanfaatkan media sosial. Dan sekarang, ia mengaku sedang mengerjakan beberapa pesanan dari konsumen.

Banyak Diskriminasi saat Melamar Pekerjaan

Selain hobi melukis, pria yang belum lulus kuliah ini sempat beberapa kali mengalami kegagalan saat melamar pekerjaan. Bahkan cibiran dan diskriminasi kerap Amat dapatkan saat melamar pekerjaan.

“Sebagai manusia biasa, tentunya saya juga mempunyai harapan seperti orang lain, bisa bekerja di kantor atau pabrik. Namun ternyata keterbatasan fisik ini menjadi ganjalan saat saya melakukan interview saat melamar pekerjaan,” katanya.

Tak jarang, kata Amat, ada yang mengatakan jika faktor fisik menjadi kendala mentok dan ditolak sebagai pekerja.

Rasa sakit hati terus terang Amat Rasakan. Namanya juga manusia, namun ia kembalikan ke diri saja, dan ia juga tidak patah semangat untuk terus berkarya.

“Mudah-mudahan karya saya ini bisa menjadi jembatan bagi kehidupan saya kedepan. Saya juga berharap Pemkab Ciamis bisa mendorong dan mengangkat derajat para disabilitas,” ujarnya.

Ingin Melanjutkan Kuliah

Angan-angan dan cita-cita Amat tenyata begitu tinggi. Bahkan kekurangan fisik pun tak menjadi halangan baginya untuk terus berkarya demi meraih cita-cita. Saat ini, Amat terpaksa harus menunda dulu kuliahnya akibat ekonomi,

“Terus terang saja saya masih ingin melanjutkan kuliah yang saat ini harus tertunda. Saya baru semester dua sudah berhenti kuliah karena kurangnya biaya,” katanya.

Amat juga berpesan kepada seluruh penyandang disabilitas agar tidak patah semangat. Yakin terhadap diri, jika kita (disabilitas) juga bisa berkarya dan berguna bagi masyarakat.

“Intinya tetap tawakal dan semangat untuk meraih cita-cita. Meski banyak cibiran dan hinaan, hiraukan saja dan pandanglah masa depan kita. Kita juga harus yakin jika kita bisa seperti mereka, orang-orang yang normal,” pungkasnya. (Suherman)

Loading...