Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita BanjarPemkot Banjar; Shalat Idul Adha Bisa Dilakukan Secara Terbuka

Pemkot Banjar; Shalat Idul Adha Bisa Dilakukan Secara Terbuka

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 H  di Kota Banjar, Jawa Barat bisa dilakukan secara terbuka di setiap lingkungan masjid. Adanya kebijakan tersebut mengingat kasus positif Covid-19 di Banjar sudah melandai.

Kebijakan Pemkot Banjar itu disampaikan Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, kepada awak media, Kamis (30/07/2020). Kebijakan tersebut juga seiring berjalannya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) sektor ekonomi yang kini sudah kembali dibuka.

“Kami tegaskan, untuk pelaksanaan shalat Idul Adha sudah bisa dilakukan di setiap masjid. Termasuk di Masjid Agung Kota Banjar,” tandasnya.

Meski sudah diperbolehkan, lanjut Nana Suryana, akan tetapi karena situasi saat ini masih dalam masa pandemi, maka untuk pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Protokol kesehatan itu seperti menjaga jarak dengan menerapkan physical distancing, membawa sajadah sendiri, dan setiap jamaah harus mengenakan masker.

“Disiplin menerapkan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat. Jangan sampai nanti malah terjadi kluster baru penyebaran virus Corona,” katanya.

Baca Juga : MUI Kota Banjar; Pendistribusian Daging Qurban Langsung Diantar Mustahik

Pembukaan Sektor Pendidikan Masih Dipertimbangkan

Selain pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 H, Nana Suryana juga menyampaikan mengenai pembukaan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan formal. Sampai saat ini untuk kegiatan tersebut masih dipertimbangkan oleh pihak pemerintah.

Belum adanya kebijakan di lingkup pendidikan karena sekolah merupakan lingkungan anak-anak. Sehingga, diperlukan persiapan yang matang sebagai antisipasi menghindari adanya penyebaran virus Corona di dunia pendidikan.

“Memang sudah banyak anak-anak yang ingin kembali ke sekolah. Untuk itu, saat ini pemerintah juga tengah menyiapkan dan mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan yang akan diambil,” tandas Nana Suryana.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, H Dahlan, melalui Kabid. Dikdas, Ahmad Yani, mengatakan, sejauh ini belum ada informasi atau kebijakan resmi tentang pembukaan KBM untuk lembaga pendidikan.

Kalau pun ada, sifatnya hanya berupa statement, bukan surat edaran resmi. Sehingga tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan.

“Kemarin memang ada statement dari Pak Gubernur Jabar di beberapa media sosial. Tapi itu kan tidak bisa dijadikan acuan. Jadi masih menunggu legal formalnya, baru kami bisa mengambil kebijakan bersama Pemkot Banjar,” singkatnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

- Advertisment -