Penyebab Penyakit Kuning, Penanganan dan Pencegahannya

penyebab penyakit kuning
Ilustrasi penyebab penyakit kuning. Foto: Istimewa

Penyebab penyakit kuning tidak selalu berhubungan dengan adanya gangguan hati. Namun penyakit kuning bisa juga karena faktor lainnya. Sebab terdapat penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kulit tubuh terlihat kuning.

Penyakit kuning yang juga dikenal dengan istilah ikterus merupakan kondisi kulit yang mengalami pigmentasi kekuningan atau kehijauan. Kondisi ini terjadi akibat naiknya kadar bilirubin dalam jaringan tubuh dan dalam darah.

Bilirubin merupakan zat hasil penguraian sel darah merah. Zat ini banyak ditemukan dalam darah, empedu, maupun tinja dan urine. Meningkatnya jumlah bilirubin inilah yang menyebabkan terjadinya sakit kuning.

Penyebab penyakit kuning bisa beragam, dari yang ringan sampai yang serius atau bahkan berbahaya. Umumnya penyakit ini dialami anak-anak yang baru dilahirkan meskipun orang dewasa juga tak luput dari risiko gangguan ini.

Faktor Penyebab Penyakit Kuning

Gejala penyakit kuning yang sering dirasakan antara lain timbulnya rasa gatal, warna tinja dan urine yang berubah gelap. Begitu juga bagian kulit, mata, dan bagian mulut biasanya terlihat berubah menjadi kekuningan.

Untuk mencegah terjadinya akibat yang serius, sangat penting mengenal gejala maupun penyebab penyakit yang satu ini. Berikut ini berbagai penyebab yang wajib Anda tahu.

Penyebab Pre-Hepatik

Kondisi ini terjadi akibat adanya infeksi yang merusak sel-sel darah merah yang menyebabkan naiknya volume bilirubin dalam darah. Namun penyakit kuning kategori ini terjadi sebelum masuk ke dalam organ hati (pre-hepatic).

Ada beberapa penyebab penyakit kuning jenis pre-hepatik, seperti penyakit malaria yang menyebabkan infeksi dalam darah, anemia sel sabit yang menyebabkan sel darah merah yang terbentuk tidak normal, dan thalassemia.

Faktor lain yang menyebabkan penyakit kuning jenis ini adalah spherocytosis yang diturunkan, yaitu perubahan genetik yang mengakibatkan sel darah merah yang terbentuk juga tidak normal.

Sindrom Crigler-Najjar juga menjadi penyebab penyakit kuning jenis ini. Ini terjadi berupa sindrom genetik yang menyebabkan hilangnya enzim yang berperan memindahkan bilirubin dari dalam darah.

Penyebab Intra-Hepatik

Penyakit kuning jenis ini terjadi karena adanya gangguan di dalam hati (intra-hepatic) yang menyebabkan fungsinya tidak optimal. Hal ini akan mengakibatkan bilirubin tak terolah dengan baik.

Ada sejumlah faktor penyebab penyakit kuning jenis ini, seperti virus hepatitis, hepatitis autoimun yang menyerang hati, penyakit hati yang merusak seperti akibat banyak minum alkohol, maupun karena penyalahgunaan obat secara berlebihan.

Penyebab lainya bisa karena leptospirosis, demam glandular akibat infeksi karena virus Epstein-Barr, kanker hati, primary biliary cirrhosis (PBC) yang juga dapat merusak hati, ataupun karena sindrom gilbert yang bersifat genetik.

Penyebab Post-Hepatik

Penyakit kuning kategori terakhir ini terjadi karena telah melalui organ hati sehingga disebut post-hepatic. Bilirubin yang dihasilkan organ hati akan masuk ke dalam saluran empedu dan pankreas. Gangguan pada empedu dan pankreas juga dapat menjadi penyebab penyakit kuning.

Terjadinya gangguan ini jika karena sejumlah faktor, seperti terbentuknya batu empedu sehingga menghambat saluran empedu, maupun kanker kandung empedu atau pankreatitis karena terjadinya peradangan pada pankreas.

Penanganan dan Pencegahan Penyakit Kuning

Penyakit kuning pada dasarnya bukalah jenis penyakit melainkan gejala akibat penyakit lain. Karena itu sangat penting mengenali penyebab penyakit kuning karena penanganannya tergantung dari faktor yang menyebabkannya.

Penyakit kuning berkaitan dengan fungsi organ hati. Karena itu penting menjaga kesehatan hati. Antara lain menjaga asupan makanan gizi seimbang, olahraga secara rutin, dan menjauhi minuman beralkohol, rokok, atau yang bersoda.

Penyebab penyakit kuning selain karena suatu penyakit juga bisa karena gaya hidup yang tidak sehat. Karena itu, seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati dengan menjalani gaya hidup sehat untuk kesehatan hati. (R11/HR-Online)

Loading...